Sosialisasi Kartu Tani dan KUR Lebih Agresif


MALANG – BNI Wilayah Malang akan lebih agresif melakukan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian. Pasalnya, dari 200 ribu petani yang menjadi pemegang kartu Tani, hanya 4.000 yang tercatat telah memanfaatkan KUR untuk membiayai hasil pertanian.
CEO BNI Wilayah Malang, Yessy Kurnia mengatakan, Kartu Tani sendiri merupakan kartu yang diberikan untuk membantu petani menerima bantuan dari pemerintah. Dengan adanya kartu tersebut, para petani bisa memanfaatkan pembiayaan KUR untuk memaksimalkan potensi hasil pertanian.
“Kami akan melakukan sosialisasi terkait Kartu Tani dan KUR lebih masif lagi kepada para petani. Agen kami harus bisa melakukan pendekatan persuasif dan memberikan penjelasan kepada petani dengan lebih aktif lagi. Nanti, kami juga akan melakukan sosialisasi kepada tokoh kunci di pedesaan untuk menjadikan perbankan sebagai mitra kerja yang baik,” papar Yessy.
Yessy melanjutkan, skema KUR yang ditawarkan menguntungkan bagi petani untuk memaksimalkan hasil panennya. Untuk mendapatkan KUR, pemegang Kartu Tani tidak membutuhkan waktu lama dan bunga yang diberikan tergolong rendah. “Misalnya, ada seorang petani pinjam melalui skema KUR sebesar Rp 1 juta, bunga yang dibebankan hanya Rp 7.500 per bulan,” jelas dia.
Yessy menambahkan, berdasarkan data dari penerima Kartu Tani yang ditangani BNI Wilayah Malang, rata-rata kebutuhan biaya budidaya tanaman seperti padi, kedelai dan jagung per hektare diperkirakan sebesar Rp 6 juta, “Hanya sebesar Rp 45 ribu per bulan bunga yang dibebankan ke petani untuk budidaya per satu hektare-nya, sangat terjangkau,” lanjut dia.
Selain itu, wanita asal Cilacap tersebut memaparkan, Kartu Tani tersebut juga memberikan kemudahan para petani untuk mendapatkan informasi yang mendukung kelancaran usaha petani, kemudahan informasi profil, lahan, hingga perkiraan pembayaran panen.
“Ini untuk meningkatkan produktivitas petani. Pemerintah membuat skema bantuan inovasi rantai nilai bagi 1 juta petani. Program tersebut mencakup pembiayaan berupa kredit berbunga rendah, penyediaan bibit dan pupuk, serta pendampingan pertanian,” papar Yessy.
Selain itu, Kartu Tani juga bisa digunakan untuk pemberian kompensasi selama masa tunggu panen, jaminan pembelian hasil panen oleh perusahaan, dan bantuan pengurusan sertifikat kepemilikan lahan. “BNI Kartu Tani bisa untuk transfer, membayar listrik, membeli pulsa, dan transaksi finansial lainnya pada agen serta jaringan bank yang tersebar,” ujar Yessy.
BNI Kartu Tani ini juga dapat digunakan petani tebu sebagai sarana simpan pinjam, serta melakukan transaksi finansial. Kartu Tani ini juga akan berisi informasi terkait produksi serta perkiraan waktu panen yang lebih akurat. “Sehingga, akan membantu pengambilan keputusan yang harus dilakukan para pemangku kepentingan,” tandas dia.(tea/nda)