Penumpang Keluar Masuk Capai 1,09 Juta Orang


 
MALANG – Kawasan Malang Raya semakin menjadi wilayah cukup penting untuk dikunjungi. Kondisi ini terlihat jelas dari jumlah kunjungan ke Malang Raya melalui penerbangan udara. Sepanjang tahun 2017, sekitar 1,09 juta penumpang keluar masuk melalui Bandara Abd Saleh, Malang.
“Cukup siginifikan. Lalu lintas penumpang selama 2017 naik sampai 27,05 persen. Dan ini di luar perhitungan kami,” kata Kepala UPT Bandara Abd Saleh, Suharno, di kantornya.
Secara detail, memang belum terlihat klasifikasi atau kelompok penumpang yang masuk dan keluar melalui bandara Malang. Tetapi, pariwisata diyakini menjadi sebagai daya tarik tingginya kunjungan ke Malang Raya.
Berdasarkan data yang dihimpun Malang Post, tahun 2017 penumpang datang (masuk) mencapai 538.281. Sedang penumpang berangkat (keluar) 554.180. Artinya penumpang keluar masuk bandara 1.092.461 orang.
“Tahun 2016, penumpang datang hanya 425.885 dan keluar 433.993 orang. Atau mengalami kenaikan 27,05 persen,” kata Suharno, yang kini sibuk mempersiapkan peresmian salah satu fasilitas umum baru di bandara, yaitu masjid.
Akumulasi jumlah di atas, lanjut dia, sejalan dengan kenaikan jumlah pesawat yang landing (mendarat) dan take off (lepas landas) di bandara Malang. Tahun 2017 pesawat yang datang 3.952 unit atau naik 22,94 persen dibanding 2016 yang hanya 3.236 unit. 
Sedang pesawat yang lepas landas mencapai 4.013 unit atau naik 22,94 persen dibanding 2016 yang hanya 3.243 unit. “Total pesawat yang keluar masuk bandara selama 2017 7.965 unit. Tahun 2016 hanya 6.479 unit saja,” rincinya.
Secara otomatis kenaikan pada dua sisi di atas, juga menyodok kenaikan bagasi dan kargo. Tahun 2017, bagasi tercatat 6.544.653 kg atau naik 13,80 persen dibanding 2016 yang hanya 5,751.175. 
“Sepanjang 2017 jumlah kargo tercatat 1.901.126 kg. Naik hanya 4,08 persen dibanding 2016 yang sebesar 1.826.657 kg,” paparnya.
Ditanya soal rencana penerbangan malam hari, Suharno menyebutkan, saat ini masih dikoordinasikan dengan semua pihak. Selain itu, fasilitas untuk terbang malam juga harus disiapkan secara matang dan benar.
“Sejalan dengan perkembangan Malang ke depan, penerbangan komersial di malam hari sudah menjadi catatan kami. Doakan saja semuanya bisa segera terwujud,” pungkasnya dengan menyebut dari Malang lima maskapai melayani rute Jakarta, Bandung dan Denpasar. (has/nda)

Berita Terkait