1000 HPK, Kunci Cegah Stunting


MALANG – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Kota Malang menaruh perhatian penuh terhadap penderita stunting (balita penderita tubuh pendek). Karena itu, kemandirian kelurga dalam 1000 hari pertama kehidupan  (HPK) sangat penting untuk pertumbuhan sang bayi.
Untuk itu, tepat pada peringatan hari gizi nasional ke-58, Persagi DPC Kota Malang menggelar seminar untuk mewujudkan kemandirian kelurga dalam 1000 hari pertama kehidupan  Hotel Atria Gajayana Senin (29/1).
“Kagitan ini bertujuan untuk menekan angka kekurangan gizi untuk ibu hamil di Kota Malang yang berimbasa bagi balita yang dinadungnya setelah lahir,” kata  Ketua Persagi DPV Kota Malang, Ibnu Fajar SHM M.Kes kepada Malang Post.
Ia menejelaskan, jika konsumsi gizi yang cukup sangat dibutuhkan ibu hamil. Sehingga pada masa 1000 hari pertama kehidupan, pengetahuan, pola asuh dan keadaan ekonomi menjadi faktor penting penyebab terajadinya stunting. Dari data di Dinas Kesehatan Kota Malang, balita yang menderita stunting masih cukup tinggi. Tahun 2015 penderita sebanyak 6,66 persen dan menurun menjadi 5,69 persen di tahun 2016. Serta mengalami peningkatan pada tahun 2017 menajdi 6,99 persen. Sedang balita yang mengalami sever stunting atau tubuh sangat pendek, mengalami penurunan. Dari 1,80 persen tahun 2015 menjadi 1,33 persen di tahun 2016 dan 0,07 persen pada tahun 2017.
“Adanya penurunan balita dengan tubuh sangat pendek hingga 2017, dikarenakan adanya intervensi gizi dan peningkatan pengetahuan. Sehingga bisa dicegah dan ditangani melalui lintas program melalui kader posyandu dan dukungan pemerintah. Serta seminar kesehatan sperti yang dilaksanakan saat ini,” ungkapnya.
Wali Kota Malang H. Moch Anton yang membuka acara itu menjelaskan, 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan yakni selama 270 hari hingga anak berusia 2 tahun atau 730 hari. "Seribu hari pertama kehidupan adalah saat yang terpenting dalam hidup seseorang, karena itu hal ini harus diperhatikan benar-benar," terang Anton.
Dijelaskan, berdasarkan para ahli pada masa tersebutn fungsi makanan selama masa kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.
"Setelah bayi lahir pun juga tetap harus diperhatikan kebutuhan gizinya, karena sebagian organ masih terus berkembang hingga usia 2 tahun," tambahnya. (eri/aim)

Berita Terkait