Genjot e-Money, Mandiri Gandeng Sekolah


MALANG – Minimnya pengguna e-money di Malang Raya membuat Bank harus bekerja ekstra keras. Untuk itu, Bank Mandiri Malang akan menggandeng sekolah dan komunitas.
Area Head Bank Mandiri Malang, Theresia Pratiwi Hastari mengatakan, saat ini, untuk wilayah Jawa Timur, e-money sudah dipergunakan sebanyak 315 ribu kartu. Sementara untuk wilayah Malang Raya, share masih berada di angka 25 persen.
“Kami akan berupaya untuk terus meningkatkan pengguna kartu elektronik. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng kampus, sekolah dan berbagai komunitas untuk penyebaran dan pemanfaatan kartu,” terang dia ketika dihubungi Malang Post.
Theresia menyebutkan, e-money bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tol dan pembayaran transportasi umum. “Selain itu, para pemegang kartu elektronik juga bia digunakan di beberapa merchant. Seperti pom bensin bertanda khusus, minimarket, tempat rekreasi hingga restoran,” lanjut dia.
Untuk isi ulang atau top up kartu, bisa dilakukan melalui ATM maupun merchant bertanda khusus. “Bahkan, bisa juga melalui aplikasi di smartphone Andori. Isi ulang bisa dilakukan hingga batas maksimal, yaitu Rp 1 juta,” ujar dia.
Sementara itu secara nasional, sampai dengan akhir Desember 2017 jumlah kartu e-money yang beredar mencapai 13 juta kartu, dengan nominal transaksi mencapai Rp 6,5 triliun. Jumlah kartu tersebut mengalami peningkatan sebesar 50 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Sebagai gambaran, data Bank Indonesia (BI) per November 2017 menunjukan nominal transaksi uang elektronik mencapai Rp 1,64 triliun, naik 98 persen dibanding November 2016. Sementara volume transaksi juga meningkat 93 persen menjadi 128,51 juta. Sedangkan jumlah unik naik 130 persen menjadi 113,72 juta dari 49,41 juta di tahun sebelumnya. (tea/nda)

Berita Terkait