Blusukan ke Dapur Hingga Bagian Keuangan

 
SEKITAR akhir Juli, Harris Hotel&Conventions memperkenalkan General Manager baru, yakni Romain Huet. Pria berkebangsaan Perancis tersebut memulai karir bukan dari dunia hotel, namun kini berada pada jajaran top management. 
Kepada Malang Post, Romain bercerita, setelah lulus dari universitas di Perancis, ia memulai karir di Tourism Industry. Pekerjaan tersebut sempat membuatnya keliling dunia. “Saya pernah ke Kanada. Karena suhu di sana terlalu dingin, saya pindah ke Indonesia,” ujar yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.
Kemudian, sekitar tahun 2009, ia mulai datang ke Indonesia,  tepatnya Yogyakarta. Di sana, ia masih bekerja dalam bidang yang sama. “Di sana, saya punya bisnis sendiri bidang tracking adventure. Keduanya saya jalani selama kurang lebih tiga tahun,” kata dia.
Sejak saat itu, Romain mengaku betah berada di Indonesia. Sekitar tahun 2015, ia mulai bergabung di Tauzia, yakni Harris Hotel Batam. “Saya di sana bekerja sebagai General Manager. Hotel paling besar dan paling tua yang memiliki 310 kamar,” ungkap dia.
Mendapat mandat besar untuk memegang hotel tersebut, tak membuat Romain menyerah begitu saja. Ia tak segan untuk turun langsung ke lapangan untuk mengecek semua kondisi lapangan. 
“Operational di sana ramai sekali, weekend selalu penuh,” kata dia. Kemudian, sekitar akhir Juli 2018, ia dipercaya untuk memimpin Harris Hotel&Conventions Malang.Menurutnya, memimpin hotel di Malang dan Batam sangat jauh berbeda. Apalagi, saat ini, Malang memiliki perkembangan pariwisata yang cukup bagus. Sehingga, membuat para investor hotel berlomba-lomba untuk membangun hotel baru. 
“Yang utama adalah maintenance service, product dan juga promosi. Bisnis yang bergerak di bidang hotel itu tidak mudah. Pelayanan full 24 jam, kadang saya sampai tidak bisa tidur,” jelas dia sambil tersenyum.
Selain itu, Romain melanjutkan,  untuk meningkatkan okupansi, pihaknya juga mengunggulkan fasilitas Conventions yang dimiliki. Dengan beberapa ruangan dan hall  besar, ia menjual jasanya kepada para corporate yang ingin mengadakan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). 
“MICE dan kamar adalah bisnis yang paling rame. Fasilitas dan paket yang ditawarkan banyak dilirik corporate hingga goverment,” ungkap penyuka soto tersebut. Agar berbagai macam strategi yang telah berhasil disusun tersebut sukses, Romain juga membangun kerja sama dengan anak buahnya. 
“Kerja sebagai Hotel Manager itu menyenangkan. Sebab, kita bisa bekerja di semua departemen. Dengan begitu, kita bisa tahu apa yang kurang dan diperbaiki bersama,” kata ayah dua anak ini.
Sama seperti di Batam, Romain memilih untuk terjun langsung ketika sedang berada di kantor. Tak segan, ia mendatangi dapur untuk melakukan pengecekan rasa masakan hingga mengelola keuangan. 
“Satu hari bisa bekerja untuk 10 departemen. Saya orangnya cepat bosan. Dengan aktivitas seperti itu, jadi menyenangkan,” ungkap dia. Sementara, di sela senggangnya atau ketika libur tiba, Romain lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya yang juga diboyong ke Malang. Bersama dengan keluarganya tersebut, ia melakukan olahraga dan juga wisata kuliner yang menjadi hobinya.
Selama kurang dari satu bulan di Malang, Romain mengaku menyukai berbagai macam masakan, utamanya yang memiliki bumbu kacang. “Saya suka sate, gado-gado, pecel hingga soto medan. Saya juga senang mengunjungi tempat kuliner yang baru buka,” kata dia.
Sesekali, ia juga menghabiskan waktu dengan mengajak kedua anaknya untuk bersepeda keliling kompleks  perumahan. Selain itu, juga mengajak anak-anaknya jalan-jalan di beberapa tempat wisata di Malang Raya. “Tempat wisata di sini banyak sekali. Saya senang mengajak anak saya ke pantai dan juga tempat wisata lainnya,” ungkap dia.
Selain itu, Romain mengaku, ia sering bersepeda dan mendaki Gunung Bromo hingga Gunung Kawi. “Ke depan, mungkin ke beberapa gunung lainnya. Mungkin Gunung Semeru,” ujar dia sambil tersenyum.
Disinggung soal tracking adventure yang pernah digelutinya selama di Yogyakarta, ia mengaku, usaha tersebut masih terhenti. “Masih berhenti dulu. Saya ingin melanjutkan lagi. Tapi tidak tahu kapan. Mungkin nanti, karena saya masih asyik dengan dunia hotel,” tandas dia. (tea/oci)

Berita Terkait