BPIP Gandeng Perguruan Tinggi, Kembangkan Ekonomi Berbasis Pancasila


MALANG - Pentingnya nilai-nilai ekonomi berbasis Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama pakar ekonomi dan politik di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia bersama-sama mengembangkan sistem ekonomi Pancasila. Bahkan dosen dari beberapa kampus turut terlibat dalam pengembangan tersebut guna membangun mental masyarakat Indonesia.
Plt Kepala BPIP, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd mengatakan dengan keterlibatan tersebut agar sistem ekonomi pancasila terus bergulir dan pancasila sebagai etimologi ekonomi terus berkembang. Keluhan ketimpangan ekonomi selama ini terjadi lantaran secara teoritik kita sendiri tidak membangun ekonomi yang tidak timpang, untuk itu mulai saat ini harus dikembangkan di Indonesia.
"Apabila kita ingin menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang tujuannya menciptakan masyarakat adil dan makmur, tidak akan bisa jika tanpa ada sususan tata ekonomi yang memberikan ruang gerak kepada masyarakat, negara, dan swasta dengan cara-cara yang baik," jelas Hariyono.
Sehingga kepentingan publik harus lebih diutamakan daripada kepentingan apapun. Sebagai indigenisasi ilmu, keberadaan ilmu sari luar tidak ditolak tetapi setiap ilmu, pengetahuan dan teknologi luar haruslah disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru atau biasa disebut dengan istilah local genius yakni kemampuan bangsa nusantara dalam menerima pengaruh dari luar sesuai kondisi bangsa sendiri.
"Sekarang kampus dan intelektual dituntut untuk ada proses perubahan yang cepat dan terus menerus untuk mengejar ketertinggalan, supaya kita tidak bermental inlander. Ini bisa dilakukan secara dua arah struktural dan kultural," urainya usai menghadiri Seminar Nasional Menggali Nilai-Nilai Ekonomi Keindonesiaan Berbasis Pancasila di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (29/1) siang.

Berita Terkait