Gandeng STIE Malangkucecwara, BPF Gelar Program FTLC


MALANG - Konsisten memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), PT Bestprofit Futures (BPF) menggandeng STIE Malangkucecwara dalam menyelenggarakan program Futures Trading Learning Center (FTLC). Ke depan FTLC ditujukan sebagai sarana edukasi mahasiswa secara lebih luas bagaimana peluang, manfaat dan risiko investasi di perusahaan pialang berjangka.
FTLC atau pusat studi trading tersebut merupakan wadah kegiatan ilmiah, informasi dan sosialisasi perihal perdagangan berjangka komoditi. Pimpinan Cabang PT BPF Malang Andri Phung mengungkapkan, pusat studi itu sekaligus menjadi tempat pembinaan kewirausahaan serta profesionalisme bagi mahasiswa dan pengajar di lingkungan kampus.
Andri, menjelaskan, pelaku trading selama ini masih didominasi oleh kalangan pengusaha. Di Indonesia atau Asia, saham lebih familiar berbeda halnya dengan negara maju seperti Eropa, perusahaan berjangka volumenya lebih besar dibandingkan dengan pasar saham.
"BPF sangat mendukung apa saja yang bisa kami lakukan untuk mahasiswa agar mereka lebih memahami manfata dan risiko perusahaan berjangka serta memajukan Kota Malang supaya terus berkembang dan maju serta mendapatkan keuntungan," ujar Andri.

Lebih lanjut, Andri memaparkan, Kota Malang memiliki potensi sangat besar sekali karena sebagai kota pendidikan. Dengan adanya FTLC, BPF berharap mahasiswa memahami perusahaan pialang sehingga nantinya bisa menjadi wakil pialang berjangka atau bahkan sebagai investor.
Melalui FTLC mahasiswa diajak mengenali, melihat mana perusahaan resmi, seperti apa trading yang aman, dan lain sebagainya. Keberadaan industri pialang berjangka sebagai bagian dari dunia investasi di Indonesia masih sangat terbuka.
"Trading ini kan terbuka untuk semua kalangan, termasuk mahasiswa sudah bisa berkontribusi. Kami menyambut gembira dapat berpartisipasi dalam peresmian FTLC di STIE Malangkucecwara," tegasnya.

Kerjasama antara BPF dan STIE Malangkucecwara berlangsung Selasa (18/6) di Ruang Seminar yang juga dihadiri langsung oleh Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis PT BBJ, Lukas Lauw serta Direktur PT KBI Agung Rihayanto. Melalui peresmian dan FTLC di kampus ini diharapkan para akademisi bisa membantu terciptanya persepsi yang positif bagi para perusahaan pialang berjangka. Terlebih mahasiswa adalah future market bagi industri perdagangan berjangka komoditi.
Sementara itu, Plh Ketua STIE Malangkucecwara Tutik Arniati, berharap fasilitas FTLC untuk melakukan praktik bersama dengan perusahaan pialang berjangka resmi melalui simulasi trading.
"Tidak hanya teori, tapi juga praktik dan cepat memahami semua jenis potensi keuntungan dan risiko investasi," tutur Tutik. (lin/lim)

Berita Terkait