Indonesia’s Cultural Dining Series (ICDS) ke-44 Hotel Tugu


MALANG - Momen bersejarah rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaannya pada Agustus 1945 silam diperingati Hotel Tugu Malang melalui Indonesia’s Cultural Dining Series (ICDS) ke-44 dengan menggandeng para seniman muda. Pada Kamis (15/8) besok, pagelaran wayang kulit dan tari Remo Bolet akan memeriahkan ruang penjamuan Tirtagangga.
Musik gamelan Jawa akan turut mengiringi tari Remo dari Jombang ini sekaligus menjadi pembuka agenda rutin bulanan ICDS. Bergaya Jombangan, tarian akan disuguhkan dengan gerakan santai namun tegas dan kuat. Melambangkan semangat rakyat Indonesia dalam memeperjuangkan kemerdekaan.
"ICDS ke-44 akan semakin meriah dengan kisah heroik Satria Pringgodani (Gatut Kaca) saat berperan melawan Wangsa Kurawa. Ini dipentaskan untuk mengenang perjuangan para pahlawan Indonesia," ujar Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardana.
Kisah Satria Pringgodani ini dibawakan oleh dalang muda wayang kulit Andi Bayu Sasongko dari Institut Seni Indonesia. Selain penampilan epik dari seniman berbakat tersebut, para tamu di Tirtagangga akan dibuat takjub dengan suasana ruang yang elegan dan eksotis bergaya India, Arab, Cina, Mongolia Silk dan Spice Roads.
Sementara dari sisi penjamuan, para tamu bisa merasakan nuansa kemerdekaan RI dengan suguhan jajajanan tradisional dari Und Corner yang menggunakan warna merah putih. Jajanan khas Indonesia di antaranya onde-onde, lapis merah putih, dan sate cenil.
"Selama bulan Agustus warna jajanan ini merah putih yang diolah menggunakan pewarna natural, tanpa bahan pengawet sehingga aman dikonsumsi," jelas Richard.
Masakan tradisional juga tersedia dalam beberapa makanan berat. Seperti lodeh blendi, rendang mangasati, pecel punten, ikan gabus masak kemangi, es buah lontar,  dan lain sebagainya. "Khusus sajian makanan ini bisa dinikmati hingga akhir Agustus, dengan suguhan yang lengkap. Kami berharap bisa memanjakan para tamu Hotel Tugu Malang serta mereka bisa memaknai HUT Ke-74 RI melalui pertunjukan kisah perjuangan Gatut Kaca," tutupnya. (lin)

Berita Terkait