Indosat Ooredoo Pilih Gebyar Inovasi


YOGYAKARTA - CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter melihat dinamika industri telekomunikasi Indonesia sangat berat. Ini disampaikannya saat Kumpul Media 2019 tentang 100 Hari Chris Kanter sebagai CEO Indosat Ooredoo di Hotel Hyatt, Yogyakarta, Senin (28/1).
"Semua operator mengalami hal yang sama. Nah, sekarang kita ubah sistem yang dulu dilakukan dan baru selesai akhir tahun 2018 lalu," ungkapnya. Tahun 2019, harus rebound dan tumbuh lebih sehat. "Ini nggak bisa dihindari," tegasnya kepada wartawan.
Saat ini, pihaknya fokus layanan di luar Jawa dan tetap menjaga kualitas layanan di Jawa. "Termasuk kita mulai kerjakan jaringan 5G. Sudah diujicoba dan berhasil dengan baik," terang mantan Wakil Ketua KADIN tahun 1994 - 2015 tersebut.
"Sebagai langkah lain, menunjuk direktur khusus menangani inovasi dan digital yakni pak Arief Mustain," paparnya. Termasuk menunjuk bos PT Hotel Indonesia Natour, Intan Abdams Katoppo masuk dalam jajaran direksinya sebagai Chief Business Officer Indosat Ooredoo.
Selain merubah 'birokrasi' yang ada di Indosat Ooredoo, Chris juga fokus ke dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Fokus program ini adalah ke penanganan bencana dan dunia pendidikan. "Setelah saya dipercaya menjadi CEO dan fokus dalam bisnis, tetap harus ada CSR," kata dia.
Didampingi Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Turina Farouk, ia menyebutkan seperti gempa di Palu dan Donggala, tsunami di beberapa daerah, tanpa harus menunggu status pemerintah, Indosat Ooredoo sudah memiliki standar operasional untuk penanganan bantuan ataupun sosial.
Sementara di bidang pendidikan, ia mengaku mayoritas warga Indonesia adalah umat muslim. "Ada dua organisasi besar yang memiliki bidang pendidikan luas. Yakni Muhammadiyah dan NU," terangnya. Sebagai perusahaan teknologi, Chris menegaskan harus ada kerjasama yang luas dengan kedua organisasi itu.
"Termasuk kita kembangkan inovasi yang harus melibatkan mahasiswa dan universitas. Inovasi merupakan pilar penting dalam perkembangan teknologi sekarang ini. Salah satunya adalah fokus dalam layanan big data," tutup pria kelahiran Manado, 25 Juli 1952.
Di bagian lain, untuk wilayah Jawa Timur, Malang Post, Jawa Pos dan Suara Surabaya.Net diundang secara khusus untuk mengikuti Kumpul Media 2019 Pencapaian 100 Hari Chris Kanter Sebagai CEO Indosat Ooredoo serta rencana ke depan perusahaan telekomunikasi ini bersaing. (mar)

Berita Terkait