Ion saat Sahur Jaga Cairan Tubuh


MALANG – Menjelang kedatangan bulan suci Ramadan, Pocari Sweat terus menggencarkan kampanye sehat saat berpuasa bertajuk ‘Workshop Menu Sahur Praktis dan Sehat’. Jumat (19/4) lalu, giliran ibu-ibu PIKK PLN di Kantor PLN Kota Malang mendapat tips tentang cara menyiapkan sajian sahuryang simple, praktis namun tetap memperhatikan cara memasaknya sehingga kandungan gizinya terjaga.
Brand Communication Malang 1 Pocari Sweat, Pradiska Lidya Permata, mengatakan workshop ini secara spesifik membahas tentang pemilihan menu makan sahur yang praktis karena persiapan makan sahur yang singkat namun harus tetap memperhatikan kandungan serat, protein dan minuman yang tepat. Kandungan serat ini bisa didapatkan dari sayur dan buah, untuk sayur sendiri cara memasaknya harus tepat sehingga tidak sampai menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya.
“Sedangkan untuk minuman, ada keterbatasan jumlah yang bisa diminum, sehingga harus memperhatikan kandungan didalamnya. Kebanyakan orang masih memprioritaskan teh dan kopi, padahal keduanya mengandung unsur deuritik. Unsur deuritik ini mengakibatkan kita terstimulasi untuk banyak ke kamar kecil, sehingga kandungan cairan yang kita konsumsi saat sahur banyak yang hilang,” ujar Pradiska.
Minuman yang paling tepat untuk sahur adalah minuman yang mengandung Ion, karena tubuh kita terdiri dari air dan ion. Manfaat dari Ion itu sendiri adalah untuk membantu proses penyerapan cairan dan membantu menahan cairan lebih lama di dalam tubuh. Pocari Sweat, adalah minuman yang memiliki kandungan komposisi air dan ion yang paling mirip dengan cairan tubuh kita. “Oleh karena itu, kalau sekeluarga mau minum Pocari Sweat, kemasan 2 Liter  pas untuk sahur, supaya bisa berbagi,” lanjutnya.
Sementara itu, rangkaian kegiatan ini juga bekerjasama dengan media massa sebagai partner.  Dengan begitu informasi dan tips yang dibagikan oleh para expert dapat disampaikan pada konsumen media tersebut. Workshop ini sedianya akan diselenggarakan secara serentak di 12 kota dengan menggandeng lebih dari 100 media, meliputi media cetak, media online, media TV dan Radio diseluruh Indonesia. Instansi yang terlibat ada di lebih dari 150 instansi dan komunitas yang terdiri dari 10.000 partisipan.(adv/nda)
 

Berita Terkait