Makan Malam Dihibur Sri Gambyong

 
MALANG - Indonesia Cultural Dining Series ke-34 kembali digelar. Kali ini, tema yang diangkat adalah Tari Gambyong, yang merupakan tari jawa klasik yang berasal dari Surakarta. Seperti biasa, kegiatan ini akan dilaksakan pada tanggal 15 setiap bulannya. 
Public Relation Hotel Tugu Malang Richard Wardana mengatakan, untuk memperkuat komitmen menghidupkan kembali seni dan romansa budaya Indonesia, pihaknya mengusung Tari Gambyong. 
"Tarian ini biasanya dilakukan sebagai pertunjukan menyambut tamu," terang dia kepada Malang Post.
Richard mengungkapkan, gambyong berasal dari nama seorang penari ternama pada zaman itu, nama lengkapnya yakni Sri Gambyong. Ia memiliki suara yang amat merdu dan kelenturan dalam menari dapat menarik perhatian orang banyak. 
"Sri Gambyong melakukan pertunjukkan tarian ini dengan berkeliling di jalanan," jelas dia.
Seluruh tarian tersebut terpusat  pada gerak kaki, lengan, tubuh, dan kepala. Karakteristik utama dari tarian tersebut terletak pada gerakan kepala dan tangan. Selain itu, pandangan mata juga selalu mengikuti setiap gerakan tangan sambil melihat bagian jari-jari. Gerakan kaki juga bisa membuat tarian tersebut lebih enak dilihat. 
"Tarian tersebut memiliki keistimewaan sendiri bagi orang yang melihat," papar dia.
Sajian tarian tersebut akan diadakan di Ruang Tirtagangga, Hotel Tugu. Hotel Tugu juga akan menghadirkan iringan alunan musik tradisional, yakni gamelan beserta sindennya. Selain itu, juga dilengkapi dengan sajian menu makanan yang membuat suasana semakin nyaman.“Kami menerima semua tamu, baik yang datang dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap bulannya, event ini mampu menerima hingga 50 tamu. Sehingga, suasananya lebih mengena dan pesan moral yang disampaikan bisa mudah ditangkap oleh para penontonnya,” tandas dia. (tea/oci)

Berita Terkait