Banyak Pengembang Enggan Serahkan Fasum Fasos


MALANG - Warga perumahan sering menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos). Agar tidak menimbulkan konflik, Pemkot Malang berharap para pengembang segera menyerahkan Fasum dan Fasosnya kepada pemerintah.
Karena lama tidak diserahkan, banyak Fasum dan Fasos terbengkalai begitu saja. Mulai dari kondisi jalan, ruang terbuka hijau hingga penerangan. Sementara pengembangnya sendiri sudah tidak lagi melakukan pengembangan baru di daerah tersebut.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, permasalahan tersebut cukup menyulitkan, karena sebelum ada serah terima, Pemerintah Kota Malang akan merasa kesulitan untuk mengambil alih.
"Selama Fasum dan Fasos itu belum diserahkan kepada pemerintah, maka susah bagi kami untuk membenahinya. Karena saat belum diserahkan, itu artinya masih menjadi tanggungjawab pengembang," terang dia.
Pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut juga menjelaskan, selama ini Pemkot Malang sudah melakukan berbagai sosialisasi agar pengembang segera melakukan serah terima Fasum dan Fasos di kawasan perumahan. "Karena jika tidak, maka pengembang wajib mengelola kawasan Fasum dan Fasos dengan baik untuk kenyamanan warga," lanjut dia.
Selama ini, Fasum dan Fasos tak diperhatikan, masyarakat akan menerima banyak kerugian. Karena pada dasarnya masyarakat ketika membeli sebuah rumah dan bangunan tentunya juga memiliki hak. "Kami imbau agar pengembang menyerahkan Fasum dan Fasos kepada pemerintah sebagaimana aturan yang ada," imbuh dia.
Lebih lanjut Bung Edi menyampaikan, penyerahannya harus disertai dengan kesadaran dari para pengembang. Karena jika hanya berlandaskan pada aturan saja, maka itu juga menjadi hal yang tak baik. "Sekarang itu yang penting bukan aturan dan sanksi saja. Tapi kesadaran pengembang untuk melayani masyarakat itu yang jauh lebih penting. Maka kami sangat mendorong jika memang tak ada pengembangan agar Fasum dan Fasos diserahkan kepada kami (Pemkot Malang)," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait