BTN Malang Bidik MBR


MALANG - Konsisten mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Malang, menyalurkan Rp 1 triliun outstanding kredit kepemilikan rumah sampai akhir tahun 2017 ini. Dengan dana tersebut, BTN Wilayah Kerja Malang menargetkan sekitar 1000 rumah, yang akan didanai sampai akhir tahun ini. Deputi Bisnis BTN Malang, Ahmad Fatoni mengatakan optimis target tersebut dapat terlampaui.

Pasalnya sampai bulan Juni 2017, BTN Malang, sudah mendanai sekitar 500 unit rumah. “Untuk progam tersebut 60 persen didominasi oleh kelas menengah keatas, sedangkan 40 persen adalah kelas bawah,” tutur Fatoni, sapaannya.
Meskipun mayoritas masih didominasi oleh kelas menangah atas, laki-laki asal Semarang ini berharap produk tersebut bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terutama  pekerja di sektor informal.
“Dengan KPR Mikro, BTN membuka ruang bagi masyarakat yang lebih luas dalam memperoleh akses pembiayaan perumahan,” tuturnya. Untuk mendukung progam terkait pembiayaan property,  BTN Malang juga didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga.
“Sampai Juni lalu, dana masyarakat yang dihimpun sudah mencapai Rp 1,8 triliun. Lebih jelasnya sekitar 180.000 nasabah di wilayah Malang,” ungkapnya. Terkait KPR Mikro, Fatoni mengaku pihaknya membidik keluarga atau individu yang yang berpenghasilan rendah
“Yakni antara Rp 1,8 juta hingga Rp  2,8 juta per bulan,” tegas dia. Menurutnya, segmen masyarakat ini yang paling membutuhkan akses pembiayaan rumah karena mereka tidak masuk dalam katagori penerima KPR subsidi.

Baik dalam skema  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun Subsidi Selisih Bunga (SSB), serta Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang dikucurkan pemerintah. Katanya, dengan progam ini, masyarakat bisa menikmati bunga kredit murah.
“Bank BTN menawarkan promo bunga KPR Mikro sebesar 7,99 persen per tahun. Selain bunga kredit yang rendah, angsuran pun dibuat dengan skema yang ringan. Misalnya dibayar mingguan, atau harian,” papar pria ini.
Selain angsuran yang ramah di kantong, KPR Mikro juga memberikan besaran uang muka yang ringan, tergantung pada kegunaan. “KPR Mikro dapat dipergunakan untuk pembelian rumah baru atau second,” tambahnya.
Tidak hanya itu, pembiayaan ini juga bisa digunakan untuk pembelian kavling, pembangunan rumah di atas lahan yang sudah dimiliki, serta perbaikan atau renovasi rumah. Bahkan, untuk pembelian rumah pertama, BTN menerapkan uang muka hanya sebesar 1 persen.
Sementara untuk renovasi rumah atau pembangunan rumah, uang muka diwajibkan minimal 10 persen. Uang muka tersebut, bisa digunakan untuk mencairkan KPR Mikro, dengan plafon atau nilai maksimal Rp 75 juta. (yun/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :