Property Bidik Lingkar Cincin Kota Malang

MALANG – Penurunan daya beli masyarakat di tahun 2017, sedikit banyak menghambat perputaran uang bagi para pebisnis property level menengah. Tak heran, pertumbuhan property Malang Raya kini bermunculan di cincin Kota Malang, alias daerah pinggiran. Hal ini tak ditampik oleh bos Bunga Property, Gangsar saat dikonfirmasi Malang Post di kantornya.

“Bisnis property seperti kami, menyasar daerah pinggiran karena tanah di tengah kota sudah sangat langka. Karena itu kami menyasar cincin Kota Malang, daerah yang berada di pinggir. Beberapa perumahan yang sudah realisasi dari kami pun berada di area cincin kota,” kata Gangsar di Bumi Royal Park, Jalan Kyai Parseh.
Pengembang property menengah seperti dirinya, mengembangkan lahan perumahan kota di Timur-Selatan. Tepatnya, daerah Kecamatan Kedungkandang. Beberapa perumahan antara lain Bumi Royal Park, Gadang Nirwana Regency, Griya Buring Permai, Alam Buring Inside, Gadang Residence, Kenikir Permai hingga Kecipir Permai.
Sedangkan, daerah luar Kota Malang, antara lain Griya Dau Inside hingga Karanglo Inside. “Kalau kami jumlah, sekitar 1400 unit rumah sudah kami realisasikan untuk user, mulai kami berdiri tahun 2009 sampai sekarang 2017,” tambahnya. Saat ini, Bunga Property tengah mengerjakan perumahan di beberapa daerah kota maupun kabupaten.
Mulai dari Grand Villa Dau, Telagawaru Permai, Griya Tambakasri, Sukun Inside, Dieng Inside hingga Karangduren Inside. “Griya Buring Permai 1 sedang kita garap dengan unit sekitar 850-an. Kalau dijumlah, sekitar 1600-an unit yang tengah dalam proses realisasi dari KPR bank,” sambung Gangsar.
Kisaran harga perumahan, tergantung daerah yang dipilih oleh user, yakni sekitar Rp 200-400 juta. Khusus untuk Dau, Gangsar menyebut bahwa Bunga Property memanfaatkan tingginya harga tanah dan rumah di Dinoyo Kota Malang maupun Batu. Lahan Dau, dekat dengan kampus UIN 3.

“Tengah kota lahan sudah sulit. Kota Batu juga demikian, tanah dan rumah mahal. Sedangkan, posisi Dau ada di perbatasan Dinoyo dan Kota Batu. Kita sasar di sana. Pertumbuhan sekarang sudah terjadi di pinggir kota,” tuturnya.  Meski demikian, saat ini dia mengaku sedang menghadapi problem yaitu penarikan cicilan user yang ingin pembatalan realisasi rumah.
Dia tak menampik bahwa sempat terjadi masalah saat ada user yang mendatangi kantornya untuk meminta uang karena batal. Namun, dia menegaskan bahwa kondisi perputaran ekonomi Bunga Property sedang terhambat pemalsuan siteplan oleh salah satu oknum mantan pegawainya yang kini kabur.
“Siteplan adalah persyaratan untuk mencairkan dana dari bank. Saat kita daftarkan untuk realisasi dari KPR, ternyata siteplan dipalsu. Siteplan ini tidak teregister di Dinas Perizinan Kabupaten Malang,” ujar Gangsar. Hal ini membuat pencairan anggaran dari bank macet. Sedangkan, pegawai yang dipercaya mengurus siteplan ke dinas perizinan, sudah melarikan diri dengan uang ratusan juta rupiah.
Karena itu, dia meminta para usernya sabar sembari Bunga Property mengurus ulang perizinan siteplan, dan mencairkan dana dari bank. “Lahan sudah siap, tapi terhambat siteplan palsu yang ternyata tak terdaftar di dinas perizinan. Kami harus memulai lagi dari awal proses perizinan untuk realisasi dari bank,” tutup Gangsar.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :