Sosialisasikan Si Patuh, Launching Paket Promo


MALANG POST - Kamis (12/4) malam, BE Travel mengadakan gathering dengan para mitra. Pada kesempatan tersebut, BE Travel mensosialisasikan program baru dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni 'Si Patuh' serta me-launching harga untuk tahun 1440 hijriah.
Owner BE Travel,  H. Heliosa Soerwianto mengatakan, saat ini Kementerian Agama telah menerapkan sistem register. Dalam sistem ini setiap calon jamaah umrah harus tercatat di Kemenag. "Setelah terdaftar, maksimal tiga bulan harus berangkat. Kalau tidak, travel akan mendapat surat peringatan sampai tiga kali. Lebih dari itu, izinnya akan dicabut," terang pria yang akrab disapa Helios.
Selain itu, aturan terbarunya, pesawat sudah tidak bisa transit lebih dari dua kali serta untuk pemilihan hotel juga sudah harus dipersiapkan sebelumnya. "Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi travel-travel yang belum memiliki izin untuk memberangkatkan jamaah," papar dia.
Bagi para mitra yang memiliki calon jamaah, harus menjalin kerjasama dengan travel yang sudah memiliki izin resmi. "Kalau tidak, akan tertahan di imigrasi. Sehingga tidak bisa berangkat," kata dia.
Lebih lanjut, Helios menjelaskan, pemerintah pusat juga memproteksi travel berizin dengan program 'Si Patuh'. Para mitra yang bekerjasama dengan travel resmi akan terus berada dalam pengawasan pemerintah dan memiliki satgas khusus.
Helios juga menjelaskan, masalah dana talangan umrah, saat ini sudah tidak berlaku lagi. "Si Patuh ini akan terkoneksi dengan pajak dan imigrasi. Kami tidak boleh terima uang talangan dari leasing atau apapun. Jadi, calon jamaah yang ingin umrah harus bawa uang cash ke kami. Kalau memang ingin meminjam melalui leasing, harus keluar dana utuh. Nantinya, pembiayaan masuk ke jamaah. Antara jamaah dengan leasing," ujar dia.
Dengan adanya acara tersebut, pihaknya berharap, komunikasi yang dijalin dengan para mitra bisa berjalan lancar. Musim tahun depan, yakni 1440 H jadwalnya sudah maju, sekitar 23 Oktober 2018 sudah mulai dibuka. "Umrah sekarang musimnya diperpanjang. Saat ini, umrah bulan Syawal juga sudah ada. Selesai musim umrah, seminggu kemudian musim haji. Dua minggu setelahnya, kembali musim umrah, waktunya cukup mepet," papar dia di hadapan 80 mitra yang telah berkumpul.
Selain itu, ada perubahan untuk dana haji. Saat ini sudah tidak dikelola Kemenag, melainkan BPHK. "Nantinya akan ada proyek khusus. Kalau berjalan lancar, mudah-mudahan harga umrah tidak mahal dan pelayanan untuk para jamaah umrah dan haji bisa jauh lebih baik lagi," beber dia.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyediakan promo umrah untuk paket ekonomis dan reguler, yakni paket umrah selama 9 dan 12 hari. Pelaksanaan umrah dibagi dengan tiga musim, yakni Shoulder Season, Low Season dan High Season.
Untuk paket ekonomis 9 hari, harga low season sekitar Rp 20 juta, shoulder season Rp 21 juta dan high season Rp 22 juta dengan keberangkatan terdekat 31 Oktober 2018, 14 dan 28 November 2018, 12 Desember 2018, 19 Desember 2018, 26 Desember 2018, 2 Januari 2019, 16 Januari 2019 dan 30 Januari 2019. Sementara untuk paket ekonomis 12 hari, harga low season Rp 22 juta, shoulder season Rp 23 juta dan high season Rp 24 juta. Dengan pilihan keberangkatan terdekat 24 November 2018, 29 Desember 2018 dan 26 Januari 2019.(tea/nda)

Berita Terkait