Tarif Batas Atas Pesawat, Hanya Turun 15 Persen


JAKARTA - Harga tiket pesawat masih mahal. Karenanya, pemerintah bakal memangkas tarif batas atas pesawat agar saat mudik nanti harga tiket pesawat dapat terjangkau. Rencananya tarif batas atas tersebut akan diturunkan 15 persen. Lantas, apakah pemudik bakal tetap menggunakan jalur udara bila tarif batas atas dipangkas 15 persen?
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno menilai masyarakat bakal tetap menggunakan moda pesawat terbang untuk mudik Lebaran nanti. Apalagi, bagi mereka yang sudah terbiasa mudik pakai pesawat terbang.
"Biasanya, kalau orang sudah keenakan dan kebiasaan naik pesawat saat mudik, pasti males ganti (transportasi) lain. Kalau yang namanya mudik pasti tetap diusahakan," kata Mike kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (11/5) kemarin.
Menurut Mike, mudik sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang merayakan Lebaran. Karenanya, kata Mike, biasanya orang akan mengorbankan berapapun biaya untuk bisa mudik.
"Kita perlu ketahui dulu yang namanya mudik itu sesuatu yang sifatnya seperti kebutuhan spiritual. Itu berbeda dengan liburan. Itu sesuatu yang kita, kita sangat membutuhkan itu (mudik). Mau pulang itu intinya," jelasnya.
Oleh karena itu, menurut Mike, masyarakat yang biasanya mudik menggunakan pesawat terbang tidak akan serta-merta berganti ke moda transportasi lain untuk.
"Jadi saya kira, orang tidak akan sebegitu mudah berubah. Itu kalau untuk mudik ya, kalau kita bicara khusus mudik. Tapi kalau bicara lokal tourism, liburan, itu memang ada perubahan karena tiket pesawat mahal, dia pindah naik kereta," jelasnya. (dtc/aim)

Berita Terkait