Game Adventure Berlatar Mesir


MALANG - Tahun 2018 ini menjadi tahun surga bagi gamers. Hal ini dikarenakan banyaknya games yang dirilis oleh perusahaan games, salah satunya merupakan seri games populer Ubisoft, seri Assassin's Creed Origin dan Syndicate. Ini merupakan game adventure favorit gamers di PS4, dengan seri sebelumnya yang juga bisa dimainkan di PS3.
Karyawan Super Game MOG Dwi Febriani menyatakan, Assassin's Creeds Origin menjadikan  peradaban Mesir sebagai setting utama, dengan beberapa karakter ikonik. Seperti Cleopatra dan Julius Caesar. Tetapi, yang menjadi perhatian di Assassin's Creed Origin adalah peradapan Mesir yang lebih modern, dengan beragam pencapaian yang diraih oleh Firaun zaman dulu.
"Player akan dimainkan oleh sebagai seorang pejuang yang bernama Bayek. Ada sebuah tragedi yang menyebabkan Bayek menjalankan misi balas dendam, karena anaknya tewas di tangan sebuah organisasi rahasia dengan manusia-manusia bertopeng yang dinamakan The Order,” ungkapnya ketika ditemui Malang Post, kemarin.
Setiap dari anggota The Order ini, menurut wanita yang akrab dipanggil Febri ini, mempunyai kata sandi binatang dan identitas yang dirahasiakan. Tugas dari Bayek ini adalah menelusuri identitas mereka untuk mencabut nyawa masing-masing anggota The Order. Bayek juga dibantu oleh istrinya, Aya yang kini berdiri di bawah kepemimpinan Cleopatra.
Febri menambahkan, usaha untuk menghancurkan The Order ini justru membuka mata Bayek soal seberapa serius pengaruh mereka di Mesir. Bahwa tidak hanya satu atau dua orang saja, organisasi ini ternyata bermuatkan begitu banyak orang penting yang punya satu misi jelas – menguasai dan mengendalikan Mesir dari belakang layar. Hingga pada tahap, mereka mampu memanipulasi begitu banyak hal untuk menjadikan Ptolemy sebagai Firaun yang justru membuat rakyat Mesir kian sengsara.
Sementara di sisi yang lain, Bayek juga harus menjalankan tugasnya sebagai seorang Medjay – seorang pelindung rakyat super bijak yang diandalkan untuk menyelesaikan ragam masalah personal dan sosial yang ada. Misi balas dendam ini berujung menjadi lebih besar daripada yang bisa ia bayangkan.
“Plotnya kembali ke zaman Assassin’s Creed yang lama, sehingga dinamakan Origins. Tetapi, dengan flashback zaman originalnya, pengalaman yang bisa didapatkan menjadi lebih seru,” tutur wanita berambut panjang ini.
Assassin’s Creed Origins ini, tambah Febri, dimulai dari awal peluncurannya pada awal 2018, banyak dicari oleh gamers. Peluncurannya dibarengi dengan seri Assassin’s Creed Syndicate dengan seri dan tokoh yang sama, tetapi dengan latar yang berbeda. Dengan ditambah oleh bumbu RPG, menjadikan games ini menjadi lebih seru.
“Karena Ebisoft sudah mengembangkan visual gamenya lebih baik dibandingkan sebelumnya, maka banderol game ini cukup mahal, sekitar Rp 645 ribu dan sudah banyak dicari oleh gamers sepanjang tahun ini,” pungkasnya. (mg4/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :