GoPro Segera Luncurkan Tiga Kamera Terbaru


 
JAKARTA - Sempat tak terdengar kabarnya dalam beberapa waktu terakhir, kini GoPro bakal meluncurkan tiga produk terbarunya. Perusahaan yang berdiri pada 2002 tersebut mengatakan jika gadget anyarnya akan masuk ke kategori entry level.
Trio kamera itu disebut merupakan penerus dari Hero, perangkat yang dirilisnya pada Maret lalu seharga USD 199. GoPro mengatakan produk-produk terbarunya ini tidak akan 'membunuh' segmen high-end mereka yang bisa memiliki banderol hingga USD 700.
Belum diketahui secara pasti spesifikasi serta kapan mereka akan meluncurkan tiga kamera murah anyarnya itu. Yang jelas, langkah ini merupakan hasil dari laporan keuangan mereka sepanjang Kuartal III Tahun Fiskal 2018. 
Meskipun pendapatannya turun 5 persen ke angka USD 282,7 juta, tapi torehan tersebut berhasil mengalahkan estimasi para analis yang berada di kisaran USD 270,2 juta. Selain itu, sahamnya pun menunjukkan grafik positif. Setelah anjlok sekitar 21 persen sepanjang tahun ini, sekarang sahamnya mulai merangkak naik ke level USD 7.05 pada saat pasar bursa ditutup Jumat (3/8/2018) lalu.
"Meluncurkan kamera entry level terbaru akan memberikan keuntungan terhadap laba GoPro," ujar Nicholas Woodman, CEO GoPro, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (5/8). Ia menambahkan, dirinya percaya jika perusahaan yang dipimpinnya ini mampu menghasilkan keuntungan pada paruh kedua 2018.
Selain itu, pria yang kerap disebut sebagai Nick Woodman ini menyebut jika GoPro masih belum terkena imbas dari perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok sehingga proses manufakturnya di Negeri Tirai Bambu tak terganggu.
Ini tentu jadi kabar baik bagi para pecinta GoPro. Pasalnya, pada awal tahun ini, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sedang mengalami masa-masa sulit. Performa bisnisnya yang terus menurun, dan diikuti PHK ratusan karyawan serta dimatikannya divisi drone Karma dimatikan, menjadi penyebabnya.
Bahkan, untuk mengatasinya, Woodman sempat mengatakan bahwa mereka tengah menjajaki beberapa opsi untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan lain. Opsi terburuk, ia bisa saja menjual GoPro ke perusahaan yang berminat. Meski begitu, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai niatannya itu. (dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :