Registrasi IMEI, Cegah Ponsel Ilegal

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) terus mendesak pemerintah segera menerapkan aturan registrasi IMEI untuk menghadang ponsel illegal.  
 
JAKARTA- Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) mendesak pemerintah segera menerapkan aturan registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk ponsel yang digunakan di Indonesia. 
Menurut Ketua APSI, Hasan Aula, ketiadaan aturan registrasi IMEI sudah memicu masuknya ponsel ilegal lewat black market (BM). Ia menambahkan, konsekuensi masuknya ponsel ilegal ke Indonesia tidak hanya ditanggung oleh vendor melainkan juga konsumen. 
“Kalau barang ilegal ini tidak dicegah, konsekuensinya luar biasa. Harga akan menjadi tidak stabil karena barang tersebut dijual dengan harga murah, karena tidak comply dengan pajak,” jelas Hasan di acara Selular Business Forum di Balai Kartini, Jakarta Selatan, kemarin. 
“Kedua adalah kepercayaan consumer kepada brand juga terganggu. Akhirnya dia bisa beli barang dengan gampang tapi masuknya dengan cara yang tidak jelas,” imbuhnya. Hasan menjelaskan, saat ini harga ponsel ilegal bisa lebih murah hingga 30 persen dari harga resmi. 
Selain karena masuk ke Indonesia tanpa membayar pajak, ponsel itu telah turun harga duluan di negara asalnya. Ditambahkan Hasan, dirinya mengapresiasi tindakan pemerintah mencegah masuknya ponsel ilegal ke Indonesia sejauh ini. 
Tapi menurutnya aturan regulasi IMEI akan lebih efektif dan signifikan dalam membantu pelaku industri. “Jadi dari asosiasi ponsel mengharapkan pemerintah benar-benar serius menerapkan IMEI control karena ini akan membantu sekali bagi pelaku industri,” tegas dia.
Bulan Desember 2018 lalu, Hasan yang juga CEO Erajaya pernah menimpali penerapan IMEI diyakini efektif menangkal masuknya ponsel BM. Menurutnya, aturan IMEI ini sudah dijalankan di sejumlah negara dan terbukti cukup sukses membendung masuknya ponsel BM. 
“Kami sangat berharap pemerintah menerapkan aturan IMEI karena itu salah satu cara yang terbukti berhasil di negara lain,” ungkapnya. Dia pun yakin vendor ponsel pun akan mendukung aturan IMEI ini. 
“Walaupun brandnya sama tapi kalau BM yang masuk, potensi penetrasi sebagai vendor di Indonesia berkurang. Kalau BM hilang, mereka dapat memperbesar pasarnya juga. Dengan berkurangnya BM, target pasar mereka di Indonesia bakal tumbuh,” terangnya
Untuk itu aturan IMEI pun bakal sangat efektif. Pada negara yang telah menerapkan aturan serupa, cuma ponsel dengan IMEI yang diimpor resmi saja bisa jalan di jaringan operator. “Ketika end user beli ponsel BM, begitu terhubung dengan operator apapun di Indonesia tidak akan keluar sinyalnya karena nggak dikenal,” tutupnya. (dk/mar)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :