Tumbuh 0,4 Persen, XL Rugi Rp 3,2 T


PT XL Axiata Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 0,4 persen pada akhir 2018 dibandingkan sepanjang 2017. XL mencatat pendapatan tumbuh menjadi Rp 22,938 triliun. Namun, pertumbuhan pendapatan ini tidak dapat menutup kerugian yang dialami perseroan. Per akhir 2018, emiten berkode EXCL ini membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 3,2 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/2), kerugian ini didorong oleh meningkatnya beban penyusutan. Tercatat, beban penyusutan perseroan sebesar Rp 11,4 triliun atau naik 69,7 persen dibandingkan per akhir 2017.
Selain itu, beban penjualan meningkat dari Rp 1,61 triliun pada 2017 menjadi Rp 2,03 triliun pada akhir 2018. Beban interkoneksi mengalami penurunan dari Rp Rp 2,45 triliun menjadi Rp 2,42 triliun.
"Sepanjang 2018 merupakan periode yang berat bagi industri telekomunikasi Indonesia. Perusahaan harus menghadapi penerapan registrasi kartu SIM prabayar dan persaingan harga yang ketat, namun berhasil mengungguli para kompetitor dan memperkuat posisi sebagai operator nomor dua di Indonesia," kata CEO & Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini dirilis ROL.
Pertumbuhan XL Axiata ini terutama didorong oleh pendapatan dari layanan data. Tercatat, layanan ini meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Peningkatan ini memperbesar kontribusi pendapatan layanan data pada total pendapatan perusahaan menjadi 80 persen per akhir 2018, meningkat dari 69 persen di tahun sebelumnya.
Dian menambahkan di semester kedua 2018, mengubah layanan data yang perusahaan lakukan menunjukkan hasil yang signifikan di tengah persaingan yang sangat ketat. Karena itu, perusahaan akan terus melanjutkan perubahan data lebih lanjut dengan asumsi kondisi industri tetap kondusif untuk melakukannya, guna membangun fondasi bisnis yang lebih berkesinambungan dan kuat untuk tahun 2019.
Pertumbuhan yang kuat diraih layanan pascabayar XL Prioritas di sepanjang 2018 melalui penawaran produk bundling smartphone yang mampu menarik pelanggan di segmennya. Pengguna Smartphone 80 persen dari total pelanggan XL Axiata terus berinvestasi untuk melakukan peningkatan pada transmisi, modernisasi jaringan guna mendukung peningkatan lalu lintas data di seluruh jaringannya dan untuk memberikan stabilitas, memperluas kapasitas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan datanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :