Bina UKM Kerupuk Ladu Ngantang

 
MALANG - Makanan Ringan kerupuk Ladu menjadi sumber ekonomi masyarakat Dusun Laju, Desa Banjarrejo, Kecamatan Ngantang. Sebagai sumber ekonomi, produksi UMKM Ladu di desa ini dianggap kurang memadai, sebab belum ada alat pengering yang digunakan. Karena itu, produksi Ladu dikala musim hujan terhambat.
Berdasarkan hal tersebut, Ahmad Mukkofi, SE, M.SA, Dosen Ekonomi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) memberikan sebuah inovasi alat pengganti sinar matahari, yang bisa digunakan oleh warga. Untuk yang pertama, ia memberikan alat tersebut kepada pembuat Ladu terlama dan konsisten memproduksi jajanan ini, yakni Bu Siwa dan Mak Nyah.
Alat ini mempunyai kelebihan dibanding dengan alat pengering lainnya. Yakni menggunakan alat pengering yang modern dapat menampung jumlah produksi dengan kapasitas besar dan bisa digunakan di musim hujan. “Inovasi alat diharapkan dapat membantu mitra I UKM Ladu Bu Siwa dan mitra II UKM Ladu Mak Yah,” terang Ahmad.
Ia menjelaskan, alat ini menghasilkan suhu panas dengan dilengkapi pengatur suhu yang dapat mempermudah pengusaha untuk mengatur dan mengontrol suhu sesuai kebutuhan suhu panas adonan ladu. Inovasi pengatur suhu yang berbeda dengan lainnya yaitu posisi di samping yang dapat mengurangi resiko kerusakan yang disebabkan oleh suhu panas alat pengering. 
“Apalagi, jajanan kerupuk ladu berbeda dengan kerupuk pada  umumnya dibuat. Ini bahannya beras ketan dan tingkat panasnya pun berbeda. Sehingga alat pengering sangat penting,” kata Ahmad.                       
Selain pemberian alat pengering, ia juga memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan UMKM dan Kewirausahaan serta strategi pemasaran.
”Selain pemberian alat pengering, juga memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan UMKM dan Kewirausahaan serta strategi pemasaran,” kata dia.
Setelah alat pengering diberikan, beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 5 /8/2017, ia bersama tim kembali melakukan peninjauan ke lokasi, untuk menanyakan sejauh mana pengunaan alat tersebut. 
“Kami tanyakan kendala terhadap penggunaan alat tersebut. Mereka menjawab, sudah mampu menggunakan alat tersebut dan tidak ada kendala,” pungkasnya. (sin/adv/oci)

Berita Lainnya :