Pasar Kreatif, Awal Kota Malang Berbasis Ekonomi Kreatif


MALANG - Sepanjang Jalan Kertanegara dan Jalan Tugu Kota Malang mendadak jadi pasar kemarin. Namun bukan menjadi pasar biasa, akan tetapi pasar yang menawarkan “ide-ide” kreatif yang menguntungkan.
Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, selain memperingati dengan upacara, Kota Malang juga mempersembahkan Pasar Kreatif Ngalam Mbois 2018. Sejumlah kurang lebih 70 pelaku usaha kreatif Kota Malang diperkenalkan secara luas.
Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji mengatakan, kegiatan Pasar Kreatif Ngalam Mbois ini merupakan upaya awal perwujudan Kota Malang sebagai kota berbasis pengembangan ekonomi kreatif. Inilah yang secara bertahap akan dilakukan Pemkot Malang.
“Kenapa kita lakukan ini? Karena empat hari lalu saya ketemu dengan pelaku ekonomi kreatif memaparkan kepada kami dibawah naungan MCF (Malang Creative Fushion, red) bahwa anak-anak kera Ngalam punya Malang.com yang omzetnya sudah sangat banyak. Itu dimula dari Malang,” papar Sutiaji saat memberikan sambutan pembukaan pameran.
Ia juga menceritakan jika banyak sekali anak Kota Malang yang kreatif masih bekerja di Malaysia sebagai animator atau perusahaan yang bergerak di bidang animasi. Banyak pelaku usaha kreatif adalah anak Malang harus ditingkatkan dan diberdayakan di Kota Malang juga.
Inilah mengapa kegiatan yang mempertunjukkan kebolehan usaha kreatif berbasis aplikasi IT, animasi, maupun desain akan lebih ditingkatkan. “Saya yakin Kota Malang bisa menuju Kota Kreatif yang benar-benar kreatif,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan, selain pameran, kegiatan tersebut juga diisi pertunjukan musik serta seminar ekraf.
Disbudpar Kota Malang juga menghadirkan pemateri-pemateri andal untuk memberikan ilmu soal manajemen marketing dan pemasaran lewat workshop. Kurang lebih 100 orang pelaku usaha ekraf turut dalam kegiatan itu.
Pasar Kreatif Ngalam yang sebelumnya sudah diadakan akan kembali meningkatkan kualitas usaha ekonomi kreatif di 6 subsektor. Pasalnya produk ekraf yang dapat dinikmati warga Kota Malang terdiri dari kuliner kreatif, kerajinan, fashion kreatif, musik kreatif dan lainnya. Kegiatan yang bekerjasama dengan Malang Creative Fusion (MCF) itu bagian dari kegi atan Festival Mbois yang sudah digelar MCF sejak pekan kemarin.
"Kami harap nantinya ada komunikasi antara investor dan pelaku ekraf secara langsung," ujar Ida Ayu Made Wahyuni.
Dari komunikasi itu, lanjutnya, akan ada peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
"Kami upayakan betul pelaku ekraf dan pebisnis atau investor melakukan transaksi di sini. Sehingga, outputnya benar-benar terasa dan membawa keuntungan dua belah pihak," harap Ida Ayu, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan kegiatan transaksi inilah yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan usaha pelaku ekraf Kota Malang. Hal tersebut dinilai tidak hanya membawa profit, tetapi juga pengakuan atas kualitas ekraf Kota Malang.
"Secara nasional sudah dicanangkan bahwa sektor ekraf ini bisa diandalkan untuk menjalankan roda perekonomian," pungkasnya. (ica/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :