Pelaku UKM Diwajibkan Melek Teknologi


MALANG - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) wajib melek internet. Tak sekadar untuk mencari informasi, tapi internet juga menjadi sarana untuk memasarkan produk.
Hal ini yang dikatakan Direktur BUMDesma Singosari, Agus Sudrikamto.
Ia mengatakan hal ini saat memberikan materi dalam pelatihan pemasaran produk UKM melalui media sosial atau online, di aula Kecamatan Singosari, kemarin siang. Agus menguraikan saat ini zaman sudah maju, dimana semuanya berbasis internet.
“Melalui media sosial pelaku usaha bisa memasarkan produk,” kata Agus. “Jika penjualan secara konvensional pembelinya itu-itu saja, tapi dengan media sosial pembelinya lebih luas, bisa dari luar daerah juga," tambahnya.
Artiniya, dengan memasarkan produk melalui media sosial maka berpotensi muncul pasar baru. Dengan pola itu, maka UKM pun berkembang, dan ekonomi mssyarakat juga meningkat.
Agus menyebutkan dengan perkembangan zaman, penjualan terbesar dilakukan melalui media sosial atau secara online. Bahkan prosentasenya mencapai 51 persen.  “Kalau punya media sosial jangan hanya untuk pamer foto. Tapi dimanfaatkan untuk memasarkan produk," tambahnya.
Pria ini mengimbau kepada peserta pelatihan untuk mempertimbangkan produk yang dipasarkan. Terutama adalah kemasan karena ia tidak menampik bahwa kemasan produk menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli.
Camat Singosari, Eko Margianto memberikan apresiasi kepada Dinas Koperasi Kabupaten Malang yang menggelar kegiatan pelatihan pemasaran produk melalui media sosial di Singosari. Eko mengatakan pelatihan ini penting agar pelaku usaha melek teknologi.
Dia berharap, dengan adanya pelstihan ini, pelaku usaha mampu mengembangkan usahanya. “Saya juga berharap kegiatan ini berkelanjutan. Sehingga pelaku usaha tak sekadar bisa memasarkan produk secara online, tapi juga mengemas produknya dengan bagus,’ tandasnya.
Lukman, salah satu pelaku UKM mengaku senang dengan pelatihan yang diikutinya. Melalui pelatihan ini ada ilmu atau wawasan baru yang diperoleh. “Usaha saya di bidang sandal sepon. Selama ini menjual secara konvensional, distribusinya ke pasar-pasar,” kata dia. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :