Pia Isi Apel Banyak Diburu di Indonesia City Expo

 
MALANG – Pia isi Apel menjadi salah satu produk paling diminati pengunjung Indonesia City Expo (ICE) yang digelar dalam rangka Rakernas XII APEKSI di Stadion Luar Gajayana. Sejak awal event ini digelar Rabu (19/7) lalu, ratusan kotak pia isi apel terjual.Produk ini yang dipamerkan di stand Pemkot Malang ini.
“Beberapa oleh-oleh yang ada disini merupakan produk pilihan. Seperti Pia Apel ini, kami meminta kepada produsen, yaitu isiannya adalah buah apel. Ini hanya ada saat APEKSI saja,’’ kata Koordinator Galery PKK Corner Kota Malang Nur Hayati.
Dijelaskannya, sekalipun hanya diproduksi saat ICE saja, tapi oleh-oleh khas Malang ini memiliki cita rasa yang luar biasa. Ditambah dengan harga yang relative murah, membuat Pia produksi UKM Bunul ini banyak dilirik. 
Pembelinya pun tidak semuanya orang luar daerah, banyak diantaranya merupakan warga asli Malang. Mereka penasaran, karena sebelumnya memang tidak pernah merasakan Pia isi buah apel. 
“Hari pertama, mulai pembukaan lebih dari 100 kotak yang laku. Ya, orang penasaran dengan rasanya,’’ katanya.
Selain pia apel, produk pilihan lain khas Kota Malang adalah cokelat tempe. Produk ini dijual dengan harga mulai Rp 10 ribu- Rp 75 ribu. Seperti pia, cokelat tempe ini juga banyak diminati. 
“ICE ini kan memang ditekankan untuk produk unggulan khas daerah masing-masing. Nah, yang ada disini, semuanya adalah produk  khas dari UKM binaan kami,’’ ucapnya. 
Selain makanan, produk lainnya adalah batik malangan dan sepatur bordir, juga gelas painting. Produk-produk ini juga banyak dipilih pengunjung untuk oleh-oleh. Sementara itu stand lain yang banyak dikunjungi adalah milik Pemerintah Kota Pekalongan.Stand ini dipamerkan beragam jenis batik. Mohammad Rosidi, Koordinator stand pameran Kota Pekalongan menyebutkan jika batik merupakan khas Pekalongan.
“Kami membawa beragam jenis batik dari Pekalongan. Ada batik tulis, batik cap, dan printing,’’ katanya. Untuk harganya sendiri tidaklah mahal. Untuk baju cowok harganya dipatok mulai dari 150 ribu-Rp 300 ribu. Sedangkan bahu cewek, dijual mulai dari harga Rp 250 ribu- Rp 500 ribu. Sedangkan untuk bahan, ditambahkan Didik pihaknya menawarkan dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 900 ribu.
“Hari pertama luar biasa. Penjualan kami bisa mencapai 100 pcs. Hari ini sedikit menurun,’’ katanya. Didik mengatakan, batik Pelakongan masih diminati oleh masyarakat. (ira/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :