Sukses Indonesia City Expo Raih Omset Rp 1,3 Miliar

 
MALANG - Indonesia City Expo (ICE) yang digelar sejak 19 Juli lalu, resmi ditutup pada Minggu (23/7) kemarin. ICE di Kota Malang terbilang sukses, ajang pameran promosi kota-kota anggota APEKSI itu mampu meraup omset lebih dari Rp 1,3 miliar.
Manager Hubungan Antar Lembaga APEKSI, Yudu Pranoto mengatakan, ICE merupakan pameran tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai produk-produk kerakyatan untuk masyarakat kota melalui beberapa UKM dan UMKM untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kota. 
“Kegiatan ini sudah berlangsung selama lima hari dan diikuti sekitar 64 Pemkot dan satu BUMN,” kata dia.
Dalam sambutannya, ia juga melaporkan transaksi yg terjadi selama pameran berlangsung, yaitu sekitar Rp 1,344 miliar dengan jumlah pengunjung  sebanyak 59.700 orang. 
“Selama penyelenggaraan ICE, masih banyak kekurangan. Semoga penyelenggaraan tahun ini bisa jadi pelajaran untuk tingkatkan ICE tahun depan yang diadakan di Kota Tarakan. Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas pertisipasi semuanya,” terang dia. 
Dalam acara tersebut, juga diumumkan para pemenang stand terbaik pada ICE. Untuk Kategori A (dengan jumlah stand 3), juara pertama dimenangkan oleh Pemkot Malang, juara kedua adalah Pemkot Tegal dan juara ketiga oleh Pemkot Palembang. Sedangkan untuk Kategori B (dengan jumlah stand 2), juara pertama dimenangkan oleh Pemkot Makassar, juara kedua oleh Pemkot Samarinda dan juara ketiga adalah Pemkot Tarakan. Kemudian, stand yang menjadi Juara Favorit yaitu Pemkot Batu.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji mengucapkan terima kasih karena tahun ini Kota Malang sudah ditunjuk sebagai tuan rumah dalam perhelatan ini. “Ajang ini digunakan untuk mengekspresikan karya bangsa yang ada di seluruh penjuru tanah air, untuk dinikmati dan disebarluaskan. Selain itu, juga secara bersama-sama menjaga teritorial bangsa dari segi ekonomi agar terus stabil,” terang dia.. 
Kegiatan tersebut juga bisa dijadikan ajang ekspresi dan juga promosi untuk karya setiap daerah yang dipamerkan. “Tidak hanya itu, saya yakin, disini terjadi sebuah proses perkenalan yang nantinya bisa dijadikan barter untuk produk pada masing-masing daerah,” jelas dia. (mg16/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :