Wisatawan Batu Tak Terimbas Tarif Maskapai


MALANG - Kenaikan tarif maskapai penerbangan untuk penerbangan domestik tengah dikeluhkan oleh masyarakat. Terutama bagi mereka yang gemar plesiran menggunakan maskapai. Berbeda halnya dengan Kota Batu. Transportasi udara hanya menyumbang 28 persen dari total kunjungan wisata ke Kota Batu tahun 2018 sebesar 5,6 juta wisatawan. Sehingga tak membawa dampak untuk tingkat kunjungan ke sana.
Humas Himpunan Pengusaha Pariwisata Indonesia (HPPI) Andry Darmawan mengatakan, kunjungan wisatawan ke Kota Batu selama tahun 2018 didominasi oleh rombongan bus dan mobil pribadi sebanyak 40 persen, kedua menggunakan jalur kereta api sebanyak 32 persen, dan terakhir menggunakan pesawat atau jalur udara sebanyak 28 persen. Dari total kunjungan wisatawan selama setahun 5,6 juta.
"Dari survey yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Batu tersebut, sengat jelas bahwa transportasi udara tidak mendominasi kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Itu karena lebih banyak wisatawan dari Indonesia yang akan menuju ke Malang atau Batu direct fligh terlebih dahulu ke Bandara Juanda," ujar Andry kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, meskipun Malang memiliki bandadara Abdul Rachman Saleh, lebih banyak wisatawan yang memilih landing di Bandara Juanda. Karena diungkapnya biaya tiket mendarat di Juanda lebih murah.
"Contoh saja, ketika ada wisatawan dari Jakarta yang akan mendarat di Malang lebih mahal sekitar Rp 600 ribu. Sedangkan dari Jakarta ke Surabaya sekitar Rp 400 ribu. Belum lagi harus sewa transportasi bus menuju tempat wisata. Karena itu tak banyak wisatawan yang berlibur ke Malang dan Batu menggunakan transportasi udara," bebernya.
Dengan begitu, lanjut dia meskipun ada kenaikan tiket pesawat juga tidak akan berimbas pada kunjungan wisatawan di Kota Batu. "Jadi kunjungan wisatawan dengan transportasi udara di Kota Batu tidak banyak. Begitu juga jika ada kenaikan harga tiket pesawat," imbuh laki-laki yang juga owner RNR Tour Blitar-Batu ini.
Sementara itu, Marketing and Public Relation JTP Group, Titik S. Ariyanto menambahkan kenaikan harga tiket moda transportasi tidak akan berimbas pada kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Khususnya ke JTP Group. Bahkan untuk harga tiket masuk ke tiap wahana diungkapnya juga masih sama dan belum ada kenaikan.
"Pada awal Januari ini belum ada wacana untuk kenaikan harga tiket masuk ke beberapa wahana di JTP. Meski ada rumor beredar adanya kenaikan harga tiket pesawat. Namun kami tidak langsung menerima mentah-mentah dan akan kami komunikasikan lebih lanjut," pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait