Gencarkan Tak Malas Baca Buku

MALANG - Seiring berkembangnya teknologi, banyak sekali masyarakat menggunakan fasilitas serba digital. Karena kecanggihannya, buku juga berubah menjadi buku elektronik atau yang akrab dikenal dengan e-book. Sehingga, konsumen tak perlu repot lagi mendatangi toko buku dan membeli buku dalam bentuk fisik. Namun ternyata, teknologi tersebut faktanya tak membuat masyarakat malas membaca dan membeli buku fisik. 
Store Manager Gramedia Basuki Rahmat Malang, Agus Wibowo mengungkapkan, sejauh ini, minat baca masyarakat Malang tidak pernah berkurang meskipun sudah ada fasilitas online. "Ada beberapa buku elektronik yang dijual di internet. Namun untuk buku offline kami juga masih menyediakan," terang dia kepada Malang Post.
Sejauh ini, masyarakat Malang masihmenyukai novel-novel fiksi. Kebanyakan yang membeli adalah para remaja dan orang dewasa. "Selain itu, buku anak-anak dan buku untuk kebutuhan sekolah juga masih banyak diburu," kata dia.
Selain itu, lanjut Agus, ada beberapa buku keilmuan yang justru laris pada saat-saat tertentu. "Seperti kemarin ketika momen CPNS. Buku-buku tersebut laris manis," paparnya.
Saat ini, Agus mengungkapkan, ia juga sedang menggencarkan program literasi untuk membaca buku. Supaya masyarakat bisa kembali aktif membaca buku. Sebab buku adalah jendela dunia. "Kami juga bermitra dengan sekolah-sekolah dan penggiat kebudayaan untuk menggerakkan literasi. Pada kesempatan tersebut, masyarakat kami beri informasi terkait manfaat membaca buku," jelasnya.
Agus mengungkapkan, jika membaca buku fisik mampu mengurangi stres, membuka pikiran, melatih konsentrasi dan menambah kosakata. "Membaca bukui tidak membutuhkan energi dan biaya,'’ ungkapnya.
Budaya literasi perlu dikembangkan sejak dini, khususnya pada dunia anak-anak dengan membaca buku-buku yang menarik berupa buku fiksi. Sebab, buku fiksi mampu mempercepat program budaya baca anak-anak. Melalui buku fiksi tersebut, merupakan kunci utama untuk membangun minat membaca. Selain itu, juga bisa mendorong untuk membangun kosakata baru. Dengan membaca buku fiksi bisa juga membangun empati terhadap orang lain.(tea/lim). 

Renyahnya Rendang Pizza


Ijen Suites Resort and Convention 
 
MALANG - Sepanjang bulan November 2018 ini, Ijen Suites Resort & Convention kembali memanjakan pelanggannya dari segi Food and Beverages. Hotel bintang empat ini melakukan inovasi untuk menyediakan berbagai macam menu yang mampu memanjakan lidh para pelanggan setianya. Menu tersebut bisa dipesan di seluruh outlet yang terletak di dalam hotel.

Pryo Prayogo Captain Bar Ijen Suites Resort and Convention Malang mengungkapkan, ada berbagai macam menu yang disediakan untuk memberikan variasi menu baru untuk ala carte. "Kami sengaja menggeber inovasi baru. Selain untuk memperkenalkan variasi masakan yang ada, chef kami juga baru. Ini sebagai bentuk perkenalan," ujarnya ketika dihubungi Malang Post kemarin.
Pryo mengungkapkan, untuk menu Indonesia, ada beberapa pilihan. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Di antaranya, Pisang Goreng Ijen, Soup Iga Bakar, Tempe Mendoan, Ayam Goreng Ijen dan Ijen Suites Blossom, Lumpia Ijen hingga Gado-Gado. “Kami juga memiliki menu khas yang merupakan perpaduan menu barat dan Indonesia, yakni Rendang Pizza yang memiliki sensasi rasa yang renyah dan gurih,” jelas dia.
Selain itu, untuk menu masakan western, juga terdapat beberapa pilihan. Di antaranya Supreme Pizza, Beef Burger, Vegetable and Chicken Sausages Pizza, Chicken Garlic dan Chicken Wings Sauce BBQ. “Kami juga memiliki menu spesial, yakni Spicy Tuna Sandwiches dan juga Golden Crispy Calamari yang berbahan dasar seafood,” kata dia.
Pryo  mengungkapkan, aneka sajian masakan tersebut bisa didapatkan di semua outlet. Seperti Landbouw Restaurant, Room Services, Lagoon Pool, Lobby Lounge dan Sky Lounge. “Harga menu yang dibanderol juga beragam. Untuk snack harganya mulai Rp 55 ribu. Sedangkan untuk main course mulai Rp 75 ribu. Dengan harga tersebut, pelanggan setia kami bisa menikmati sajian yang nikmat dan juga mengenyangkan,” tandas dia.(tea/lim).
 

Keuangan Kurang Sehat, Garuda Ambilalih Sriwijaya


Kerjasama Operasi (KSO) oleh Citylink
JAKARTA - Garuda Indonesia Group melalui anak usahanya PT Citilink Indonesia, mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini direalisasikan dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia (Citilink) dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. 
Komisaris Utama Garuda Indonesia Agus Santoso menjelaskan, salah satu alasan Garuda Indonesia mengambil alih Sriwijaya Air melalui KSO yaitu karena Sriwijaya Air memiliki permasalahan finansial. Keuangan Sriwijaya Air saat ini dinilai kurang sehat.
"Sriwijaya itu-kan salah satu airplane yang melayani masyarakat Indonesia. Keuangan mereka kurang sehat," kata dia ketika makan siang bersama wartawan di Hotel Mercure,Kamis (15/11).
Agus mengatakan walau kondisi keuangan Sriwijaya Air kurang sehat, namun maskapai tersebut memiliki rekam jejak yang baik di dunia penerbangan. "Track record Sriwijaya Air kan bagus. Walaupun LCC (low-cost carrier/penerbangan bertarif rendah) track record keselamatannya kan bagus. Ini yang sama dengan Citilink dan Garuda. Airlines yang bagus perlu diselamatkan. Caranya ya kerja sama operasi KSO ini," ujar dia.
Sebagai informasi, pada 9 November lalu Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya Citilink mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air, kerja sama joint operation ini dapat memberikan dampak yang positif lantaran Citilink Indonesia dapat memperluas segmen market, network, kapasitas, dan kapabilitasnya. Serta mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban Sriwijaya Group pada salah satu anak perusahaan Garuda Indonesia.
Dengan KSO yang akan dikelola oleh Citilink ini diharapkan dapat membantu pemulihan Sriwijaya Air Group di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin kompetitif. KSO yang dikelola sepenuhnya oleh Citilink ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah proses internal di masing masing perusahaan diselesaikan. Kerjasama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian.
Namun, ketika dikonfimasi oleh Malang Post, Manajer Distrik Malang Sriwijaya Air Muhammad Yusri Hansyah maupun Manager Sales & Service Garuda Indonesia Branch Malang Widyo Pramono kompak masih belum bisa memberikan jawaban. “Kami masih belum mendapat informasi dan rilis resmi dari pusat. Nanti kalau sudah ada, kami akan segera kabari,” tandas mereka kompak.(dtc/tea/lim)

Berita Terkait