Vicky Arief H, Produser Film Darah Biru Arema


Malang Post, Sukses memproduseri film Darah Biru Arema, Vicky Arief H. makin ketagihan berkarya. Dia melanjutkan film tersebut. Mengambil judul Satu Jiwa untuk Indonesia, Darah Biru Arema 2, kembali mengisahkan tentang aktivitas para suporter. Film tersebut tak hanya menjadi film indie, yang hanya diputar pada festival-festival film. Tapi film ini juga diputar di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.
“Ini akan menjadi satu-satunya film yang dibuat arek Malang diputar di gedung bioskop seluruh Indonesia. Saat ini DBA 2 (Darah Biru Arema 2) proses editing,” katanya bangga.
Vicky mengatakan cerita film DBR 2, masih sama seperti DBR pertama. Di mana pada film ini mengusung kisah para suporter. Bedanya, jika DBR pertama hanya ada satu cerita, di DBR 2 ini ada tiga cerita para suporter yang diangkat.
Pertama dalam film ini menceritakan anak remaja yang terobsesi untuk menjadi suporter Arema dengan membawa misi persatuan dan perdamaian.
“Cerita kedua, kami menceritakan tentang Aremanita. Di mana kehadirannya tak sekadar sebagai pemanis tribun, namun mereka betul-betul menjadi pendukung tim kesayangannya bertanding,” urainya.
Ketiga, kata Vicky, film ini juga menceritakan Aremania perantau. Pada film tersebut digambarkan jelas persatuan dan rasa persaudaraan yang kental para Aremania perantau.
Pria kelahiran 11 September 1989 ini menyebutkan, dia membuat film DBR 2 karena rasa cintanya kepada Arema. Dan yang kedua, dia ingin menunjukkan kepada dunia, tentang aktivitas para suporter.
“Di film ini sama sekali tak menceritakan bola. Tapi aktivitas para suporter. Termasuk cerita aktivitas suporter saat tak ada laga bola, saat itu FIFA membekukan PSSI. Semuanya dikisahkan dengan bagus, sehingga ceritanya yang sangat menarik,” ungkap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Ilmu Komunitas Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Meski menjadi produser, Vicky tak kemudian lepas tangan. Sebaliknya Ketua Malang Creative Fusion, Korda Jawa Timur ini selalu hadir dalam pembuatan film. Termasuk saat pengambilan gambar dilakukan di luar Jawa, bapak satu anak ini setia mendampingi.
Diceritakan Vicky, pengambilan gambar DBR 2 dilakukan selama 16 hari. Tidak hanya di wilayah Malang Raya, tapi juga di Kalimantan.
“11 hari kami mengambil syuting di wilayah Malang Raya dan lima hari sisanya mengambil syuting di Kalimantan, untuk cerita Aremania yang merantau,” bebernya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :