magista scarpe da calcio Advokat Muda, Penganut Filosofi Sun Tzu


Advokat Muda, Penganut Filosofi Sun Tzu

 
MALANG - Suwito SH, menerjuni karier sebagai advokat bisa dibilang masih seumur jagung. Meski begitu advokat 39 tahun itu sudah cukup dikenal di Malang Raya. Maklum sebagai Humas Ikadin dan Peradi Malang Raya, mantan wartawan ini berupaya melihat persoalan dari semua sisi dan menjunjung kesederhanaan serta egaliter. 
Lalu bagaimana sosok penganut filosufi Sun Tzu yang mengawali kariernya sebagai advokat tahun 2015 lalu itu? Berikut wawancara Malang Post (MP) dengan Suwito SH yang akrab disapa Wito ini. 
 
MP: Sebagai advokat anda cukup dikenal di Malang Raya. Bukankah dulu anda seorang wartawan, mengapa pindah profesi sebagai Advokat ?
 
Wito; Ya Alhamdulillah. Semuanya disyukuri saja karena kepercayaan itu amanah. Saya dulu memang wartawan. Namun karena panggilan hati, saya hijrah menjalani profesi advokat. Jadi profesi itu merupakan kepercayaan masyarakat pada saya untuk menjadi penegak hukum melalui advokat. 
 
MP: Sebelum menjadi advokat, seberapa dalam anda menjalani profesi wartawan? 
 
Wito; Ya saya baru terjun di advokat tahun 2015. Sebelumnya saya menggeluti profesi jurnalis. Saya juga sering mengikuti diklat-diklat jurnalistik. Misalnya ikut pendidikan jurnalistik lewat Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI). Saya juga sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan klasifikasi  Wartawan Muda. Setelah lulus UKW itu saya tertarik ikut ujian pengacara. Sebab saya sarjana hukum sejak 2005. Kala ikut ujian pengacara saya lulus. Sehingga sejak 2015 lalu saya disumpah di Pengadilan Tinggi Surabaya resmi menjadi lawyer. 
 
MP: Sebagai advokat, anda melihat perkara itu dari semua sisi sehingga anda cukup dikenal komprehensif dalam berperkara? 
Wito: Ah itu terlalu berlebihan. Semua orang itu pasti punya kelemahan dan kelebihan. Saya pribadi menganut filosofi Sun Tzu. Jenderal, pakar strategi militer dan filsuf dunia itu mengatakan “Kenali Dirimu dan Kenali Lawanmu”. Filosofi ratusan tahun lalu itulah yang sekarang jadi pedoman dan pegangan saya. 
 
MP: Anda terkenal dekat dengan semua wartawan. Apakah karena anda mantan jurnalis? 
 
Wito: Saya ini kan humas. Jadi wajib mendekatkan diri dengan semua wartawan. Baik itu wartawan cetak, televisi dan elektronik maupun online. Itu karena Kode Etik Advokat melarang untuk beriklan. Maka nya tips yang sangat jitu untuk marketing lawyer memakai prinsip “Kuasailah informasi maka kamu akan menguasai dunia. Itu artinya informasi menjadi sangat penting bagi advokat maupun masyarakat pencari keadilan. Jadi jangan pelit informasi untuk teman-teman media. Karena itu pahamilah kerja mereka (wartawan). Sebab tanpa wartawan dan medianya kita bukan apa-apa. Kita tak akan dikenal masyarakat.
 
MP: Selain bersinergi dengan wartawan, apa kunci lainnya untuk sukses menjadi advokat? 
Wito: Cerdas. Artinya itu cerdas melihat materi perkara, tidak peduli perkara siapapun dan apapun untuk klien, cepat dan tepat menentukan sikap serta membuat calon klien jujur kepada kita atas perkara yang dialaminya.
 
MP: Kalau sebagai ketua bidang humas Ikadin, apa program kerjanya untuk  2018 ini. 
Wito:  Beberapa waktu lalu pengurus menggelar rapat perdana. Humas Ikadin sebagai corong Ikadin memberikan kesempatan kepada semua ketua bidang untuk mengekspose kegiatannya. Itu karena kita ingin Ikadin ada di hati masyarakat. Sebab Ikadin ini dikenal sebagai advokat pejuang tanpa pilah pilih. 
 
MP: Bagaimana advokat menyikapi perkembangan masyarakat saat ini? 
Wito: Saat ini masyarakat memang semakin cerdas, penegakan hukum semakin kuat. Kita sebagai advokat Ikadin harus bisa mengikuti irama penegakan hukum, artinya advokat Ikadin  harus zero melakukan tindak pidana maupun perbuatan melawan hukum. 
 
MP: Kabarnya, anda masuk tim kuasa hukum Ketua DPC PKB Kota Malang HM Anton yang digugat senior anda, Gunadi Handoko.  Apa komentar Anda?  
Wito:  Iya, tapi saya anggota jadi tidak sendiri. Kami bersama rekan-rekan senior yang selama membimbing saya. Misalnya mas Hamka, lalu advokat  konstitusi yaitu mas Syarif Hidayatullah, Haris Fajar Kustaryo, Bachtiar Effendi, Miftahurohman, dan Agus. Mereka senior saya semua. Mohon doa restunya semoga semuanya lancar seperti yang diharapkan. (fin/adv/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :