magista scarpe da calcio Buktikan Teori IPA dengan Sulap dan Memasak


Buktikan Teori IPA dengan Sulap dan Memasak


Para siswa SDN Ngaglik 1 dibuat terperangah dengan atraksi Helmina Maulidiyah, guru sains mereka. Bu Helmi, demikian ia biasa disapa oleh para murid, melakukan atraksi sulap di dalam kelas.
Tangan kiri Bu Helmi memegang uang Rp 100 ribu, kemudian tangan kanannya mengambil korek api. Ibu guru ini pun siap membakar uang kertas itu. Tentu saja, aksinya membuat para siswa tegang dan merasa eman. Dari pada dibakar, uang berwarna merah itu lebih baik diberikan kepada mereka untuk jajan.
Sementara Bu Helmi tetap saja medekatkan korek api gasnya ke uang kertas sambil mulutnya komat kamit membaca mantra. Ajaib, uang yang dipanggang dengan api dari korek gas selama beberapa saat, ternyata tidak terbakar. Uang itu utuh tanpa robek atau pun terbakar.
Tidak cukup di situ, sang guru kembali melakukan sulap. Ia memasukkan telur ke dalam air. Biasanya, telur akan tenggelam bila dimasukkan ke dalam a. Namun saat sang guru memasukkan telur ke air sambil membaca mantra, ternyata telur ayam itu mengapung.
"Saya tambahkan mantra biar seperti sulap beneran, padahal sebetulnya apa yang saya lakukan itu, murni percobaan sains dengan langkah dan bahan sederhana tapi memberikan hasil yang seolah ada unsur magisnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, uang yang tidak mempan dibakar itu sebenarnya adalah uang yang diberi larutan garam terlebih dahulu sebelum dibakar. Hingga ketika dibakar, api pun tidak mempan membakar uang kertas tersebut. 
Sementara telur yang tidak tenggelam dikarenakan telur itu dimasukkan ke dalam larutan gula dan garam sampai titik jenuhnya, hingga telur akhirnya melayang dan mengapung. Guru kelas V tidak keberatan disebut sebagai guru aneh karena ragam eksperimen yang dilakukannya itu. Bahkan ia lebih suka disebut sebagai guru aneh ketimbang guru berprestasi.
Karena baginya, prestasi adalah hak dari siswa, sebab itulah ia merasa keberatan disebut sebagai guru berprestasi. Padahal dilihat dari prestasi yang sudah ditorehkannya, guru yang sering mengajar siswanya dengan cara nyeleneh ini tidak hanya eksis di tingkat nasional, tapi juga internasional.
Pada November 2007, Helmina pernah menjuarai Lomba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran tingkat nasional. Saat itu, ia meraih juara karena memperkenalkan konsep peningkatan hasil belajar terhadap sifat-sifat cair dengan menggunakan metode sulap pada siswa kelas 4 SD.
Ia kembali menjadi finalis lomba pembelajaran guru pada Inovasi Pembelajaran, pada 2016. Di tahun yang sama, ia menjadi duta  guru Indonesia dalam Asia Future Conference (AFC) di Kitakyushu Jepang. Di hadapan para akademisi dari 20 negara di seluruh Asia, Helmina memaparkan metode pembelajaran tematik menggunakan alat bantu sampah. Anak dari KH Moch Luthfie Wal Aman dari Jl Lahor, Desa Pesanggrahan ini membuat hadirin memberikan standing applause karena kagum dengan paparannya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top