Berbahan Tisu Impor, Karyanya Tembus Singapura


Malang Post,
Pegawai negara biasanya sibuk dengan rutinitas pekerjaannya, apalagi berprofesi sebagai jaksa yang mengurusi banyak perkara. Namun Juni Ratnasari, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepanjen adalah jaksa berbeda. Di sela kesibukannya, ia masih bisa berkreasi. Bahkan, karyanya menghasilkan uang dan sudah tembus sampai Singapura.
Decoupage adalah pilihan Juni untuk menyalurkan hobi kreasinya. Istilah decoupage ini, berasal dari bahasa Perancis, yakni decouper. Artinya memotong. Merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan. Biasanya kertas, yang kemudian ditempel pada objek lalu dilapisi dengan pernis atau pelitur.
Kerajinan seni ini, sangat populer di Eropa. Namun Juni tidak memakai bahan kertas. Wanita kelahiran 6 Juni 1968 ini, menggunakan tisu. Tetapi bukan tisu biasa. Adalah tisu napkins yang didatangkan langsung dari Eropa. Ia memesannya lewat online, tidak setiap hari, tetapi ketika stok menipis baru melakukan peemesanan.
“Selain tisu, bahannya juga dari anyaman daun pandan yang saya datangkan dari Tasikmalaya. Dan anyaman rotan dari Bali,” sambungnya.
Dari tisu napkins tersebut, sudah ratusan karya yang telah dihasilkan. Baik itu berupa dompet, sandal, tas, bantalan kursi, taplak meja dan masih banyak lagi. Semua karyanya itu dipasarkan lewat online. Serta melalui jaringan teman-temannya. Juni memanfaatkan ruang tamu rumahnya untuk galeri karyanya yang diberinama Adhys Collection & Craft.
“Ada dua ruang tamu yang saya manfaatkan. Satu ruangan untuk display hasil kerajinan yang siap jual. Sedangkan satu ruangan lagi untuk tempat bahan-bahan. Karena saya juga menjual bahannya,” terang wanita berhijab ini.
Bisnis sampingan decoupage ini, baru sekitar 10 bulan dirintisnya. Ia memulainya pada bulan April 2017. Sebelum memulai bisnis decoupage ini, Juni membuka usaha berjualan mukena sejak lima tahun. Kemudian dari situ, dikembangkannya dengan membuat kerajinan dari bahan tisu dan anyaman rotan serta daun pandan.
Bermula ketika ia datang ke sebuah kerajinan bordir di Kecamatan Pakis. Ia membeli salah satu kerajinan decoupage. Melihat kerajinan itu bagus, Juni lantas mencoba membuatnya. Ternyata ia mampu membuatnya. Pertama ia membuat tempat untuk mukena.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...