Dulu Tukang Kupas Tomat, Sekarang Punya Sekolah Perhotelan


Malang Post,
Sebelum sukses masuk sebagai top manajemen di Savana Hotel & Convention sebagai General Manager serta mendirikan sekolah khusus perhotelan, Agus Salim mengawali karier sebagai cook helper. Pencapaian yang diperoleh melalui perjuangan dan kerja keras.  
Pria asal Lampung ini pernah dipercaya menjadi chef di kapal pesiar. Berkat pengalamannya tersebut, Agus pun tergerak untuk mendirikan ‘Malang Hotel School’ yang terletak di kawasan Jalan Tlogomas, Kota Malang. Jauh sebelum itu, tepatnya sekitar tahun 1989, Agus mengawali karier sebagai cook helper di Bali Beach Hotel, Bali.
“Pekerjaan saya sehari-hari hanya mengupas tomat, mengupas anggur dan lainnya. Pekerjaan tersebut saya lakoni selama kurang lebih enam bulan,” papar dia.
Secara perlahan namun pasti, karier Agus di Bali Beach Hotel terus merangkak naik. Karena kegigihnnya bekerja, ia berhasil menjabat menjadi seorang supervisor dalam kurun waktu dua tahun. Tak berhenti sampai di situ, sekitar 1993-1994, Agus mencoba mendaftarkan diri saat melihat lowongan pekerjaan untuk kapal pesiar. Tanpa pikir panjang, ia pun mencoba dan berhasil diterima.
“Di kapal pesiar tersebut, saya dipercaya menjadi Kepala Bagian yang khusus menangani sarapan pagi untuk para penumpang. Perjalanannya cukup menyenangkan. Saya bisa keliling Amerika sambil bekerja,” jelas pria berkacamata tersebut.
Agus menyebutkan, ada beberapa tempat yang pernah ia lewati, seperti New York, Miami, Bahama hingga Meksiko. Tentunya, semua itu merupakan hal baru baginya dan terasa sangat menyenangkan. “Rasanya seperti jalan-jalan. Pada saat awal berlayar, saya sempat mengalami mabuk laut. Meskipun sedang drop, saya tetap bekerja. Lama-lama, tubuh saya terbiasa,” kenang dia.
Tak berselang lama, Agus kemudian didapuk sebagai chef untuk sebuah hotel di Kepulauan Cozumel, yang berada di laut Karibia di lepas pantai ujung sebelah timur Semenanjung Yukatan, Meksiko. Pulau yang ditetapkan sebagai taman nasional ini memiliki pantai dengan ombak tenang, laut jernih dan jujukan selam scuba serta snorkeling. “Kepualuan tersebut kalau di Indonesia seperti Bali. Kalau di total dari pengalaman di Kapal Pesiar hingga di Meksiko, karier saya hanya sekitar 1,5 tahun. Kemudian saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia,” kata dia.
Karena pengalamannya yang cukup mumpuni, sekembalinya ke Ibu Pertiwi, Agus langsung mendapatkan jabatan. Ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Chef di Hotel Shangri-La Surabaya selama satu tahun. Setelah itu, ia berkelana lagi dan berhasil menjadi Executive Chef di Novotel Manado.
Lebih lanjut, Agus menceritakan, sekitar tahun 2000, ia dipercaya menjadi Operational Director di Puri Bagus Group, dimana ia membahwahi empat hotel yang ada di Irian dan tiga hotel di Bali. “Pada tahun yang sama, saya juga dipercaya sebagia konsultan hotel di Balikpapan dan Banjarmasin,” lanjut dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya :