magista scarpe da calcio Film Acai Nakrim di Sel Tahanan Polsekta Klojen Raih Penghargaan Internasional


Film Acai Nakrim di Sel Tahanan Polsekta Klojen Raih Penghargaan Internasional

Sel tahanan Polsekta Klojen tidak hanya menjadi tempat untuk mengamankan pelaku kriminal dan cenderung dirasakan sebagai tempat dengan atmosfer menyeramkan. Di tangan anak-anak muda kreatif Kota Malang, sel tahanan diubah menjadi lokasi syuting film yang mendapatkan penghargaan internasional.
Muda-mudi tersebut adalah Destian Rendra, Ryansah, Vicky Martin, M. Syahidan, Denny Pradana Premy, Rifky Bima, Sarah Qodriyani, Eni W dan  Wildan Aji yang tergabung dalam kelompok sineas muda Hisstory Films, menempatkan salah satu ruangan di tahanan Polsekta Klojen sebagai venue utama film pendek mereka berjudul “Acainakrim”. Film itu berhasil menyabet penghargaan Best Non English dalam My Rode Reel Short Film Competitions 2017 dan tiga nominasi lainnya.
Film berdurasi 15 menit ini menceritakan lika-liku seorang pria bernama Acai Nakrim yang divonis bersalah dalam kasus narkoba dan mendapatkan hukuman mati. Dimana, dalam plot cerita, Acai Nakrim diyakini sama sekali tidak bersalah. 
Pergolakan batin Acai Nakrim saat ditahan di dalam sel inilah yang diangkat kru Hisstory Films sebagai jiwa dari short movie tersebut. Destian Rendra, sutradara Acai Nakrim yang juga salah seorang pendiri Hisstory Films mengungkapkan, karya tersebut mengangkat isu sosial. Di mana polemik ancaman narkoba tetap menjadi momok seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengangkat isu sosial yaitu hukum dan narkoba, karena inilah yang sedang terjadi di kalangan masyarakat kita. Kita mengetahui sendiri terdapat beberapa kasus narkoba dengan hukuman mati yang pelakunya diyakini tidak bersalah atau dijebak,” papar mahasiwa Universitas Negeri Malang ini saat ditemui Malang Post. 
Destian menuturkan, ia membenarkan dirinya dan segenap kru ingin membantu pemerintah dan aparat kepolisian untuk memerangi narkoba. Akan tetapi, dengan film tersebut, ia juga ingin menggugah aparat untuk tetap mengupas tuntas kasus narkoba sampai ke akar-akarnya.
Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual ini menyebutkan, judul Acai Nakrim diambil dari dua kasus terkait narkoba. Acai merupakan nama pemilik kapal yang dituduh menyelundupkan narkoba ke Indonesia belum lama ini. Dan Akrim, seorang WNI yang dihukum mati di Arab Saudi karena kedapatan membawa narkoba.  
“Dalam film pendek ini, kami memperlihatkan pergulatan batin baik pemeran utama maupun orang-orang di sekitar Acai Nakrim di detik-detik jelang eksekusi mati. Di sini kami bikin endingnya bergantung pada pola pikir yang menonton alias open ending,” tutur Destian.
Mahasiswa berkacamata ini menjelaskan, film tersebut sengaja dibuat untuk mengikuti kompetisi film pendek internasional My Rode Reels. Sebuah kompetisi yang diadakan perusahaan microphone internasional berbasis di Australia.  Acai Nakrim berkompetisi dengan 1.520 film pendek lain dari seluruh dunia. Setelah mengumpulkan karya sekitar satu bulan lalu, pengumuman kemenangan diterima kru Hisstory Fillms yang berjumlah 10 orang ini. 
Tiga hari lalu, Destian mengaku ia dan kawan-kawannya menerima pengumuman penghargaan Best Non English terhadap film yang mereka buat. Tidak hanya Best Non English saja, Acai Nakrim juga memenangkan tiga kategori lainnya. “Selain menang kategori Best Non English, kami juga memenangkan nominasi Best Drama, Best Cinematography dan Best Direction. Tetapi pengumuman besarnya yaitu grand winner dan people’s choice baru November nanti sih,” tandas mahasiswa kelahiran 1993 ini. 
Sarah Qodriyani, salah satu anggota Hisstory Films ikut bangga dengan hasil pemikirannya dan 9 kawannya dalam mencetuskan film tersebut. Mahasiswi Universitas Brawijaya ini menceritakan, dia dan kru perempuan lain tidak berani masuk saat syuting dua hari di sel tahanan Polsekta Klojen. Sebab mereka takut dengan napi-napi di dalamnya.
“Sebenarnya nggak diapa-apain sih, tapi kami takut aja. Soalnya lorongnya kan serem dan harus melewati sel-sel tahanan lainnya,” ujar Sarah.
Ia juga menceritakan, pada awalnya kru film tidak ingin memakai venue sel tahanan nyata untuk dijadikan tempat syuting. Akan tetapi saat observasi tempat dan menyeting beberapa lokasi, tidak ada yang cocok untuk dijadikan venue scene utama Acai Nakrim.
Dengan bantuan dan usaha yang berat, akhirnya kru film mendapatkan akses memakai sel tahanan Polsekta Klojen tersebut untuk dipakai.  “Teman kami yang jadi talent utama napi, saat pakai baju napi malah dikira napi beneran sama petugas. Dikiraiin napi kabur,” tutur Sarah sambil tertawa menceritakan pengalaman syuting film di sel tahanan. 
Saat ini, kru Hisstory Films sedang menunggu pengumuman besar dalam kompetisi yang mereka ikuti tersebut. Sarah berpesan agar masyarakat Malang juga bisa mendukung karya mereka dengan memberikan vote di link Bit.ly/acainakrim untuk dukungan atau sekadar menonton karya mereka. 
Sebelumnya, kru Hisstory Films ini juga sempat memenangkan kompetisi Fivemins Video Challenge Sintel di Singapore dan mengantongi Juara 1 Grand Winner dengan karya mereka berjudul "Rotasi", tahun lalu.(sisca angelina/han)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top