Jadi Koordinator Media Officer Juga Urusi Opening Ceremony


MALANG POST - Ada Arek Malang di balik penyelenggaraan Piala Gubernur Kaltim 2018 yang berlangsung di Balikpapan dan Samarinda. Brillian Sanjaya, pria asal Tanjung, Kecamatan Sukun, menjadi sosok koordinator media officer turnamen yang mengurusi segala hal komunikasi dengan media nasional, dalam turnamen yang memasuki helatan kedua.
Brili, begitu dia akrab disapa. Di tengah kesibukannya menyiapkan segala keperluan laga yang berlangsung di Grup A Piala Gubernur Kaltim, dirinya berbincang dengan Malang Post. Handy talkie dan handphone, jarang terlihat lepas dari genggamannya, terutama sebelum atau sesudah pertandingan. Dia kerap berkomunikasi dengan para wartawan serta fotografer, yang hendak meliput laga demi laga yang berlangsung di Samarinda.
Brili mendapatkan kepercayaan menjadi koordinator media officer, hanya dalam waktu yang singkat. Kurang dari sepekan helatan yang bergulir sejak 23 Februari 2018 itu, dia dihubungi oleh pihak Liga Indonesia Baru, sebagai konsultan turnamen, yang sebagian besar orang PSSI.
"Tiba-tiba LIB mengusulkan nama saya untuk jadi media officer turnamen. Lalu panitia juga kembali menegaskan kepada saya. Kalau tidak salah kurang empat hari sebelum turnamen diputar," paparnya mengawali cerita.
Dalam waktu yang singkat, dia pun menerimanya. Dengan segala konsekuensi, termasuk kerja ekstra keras, untuk turnamen yang sempat mengalami pengunduran jadwal lebih dari seminggu itu.
"Saya kontak balik LIB, saya terima penugasan ini. Ini event nasional, dipantau banyak pecinta bola, termasuk pemerintah dan PSSI. Kebanggaan, jadi susah untuk menolaknya," sebutnya.
Dalam waktu yang singkat, dia akhirnya menempatkan dirinya sebagai media officer turnamen. Selain menyebarkan segala informasi mengenai persyaratan peliputan, dia juga menjadi person yang menerangkan teknis penyebaran informasi maupun peliputan.
"Tentu saya tidak bekerja sendiri. Ada tim, yang harus saya ajak berkordinasi. Tetapi, media seluruh Indonesia, yang ingin meliput pertandingan atau latihan, konfirmasi ke saya. Seperti pengurusan ID card, sampai keterangan, di mana tim latihan atau menginap," jelas pria berusia 27 tahun itu.
Singkat cerita, dia benar-benar sibuk. Semenjak menerima tugas itu, dirinya mengakui kurang tidur. Hanya 3-4 jam sehari. Terutama jelang pembukaan di Stadion Palaran, yang tempatnya sekitar satu jam dari tempat tinggalnya di Samarinda.
"Paling tidur di mobil, saat ada yang menyetir kendaraan. Paling ribet memang jelang pembukaan, karena tugasnya bertambah. Bukan hanya media officer, tapi mengurusi opening ceremony, seperti event organizer," imbuhnya.
Menurutnya, tugasnya juga lebih berat. Sebab, di turnamen ini banyak peraturan baru yang harus disosialisasikan kepada media. Misalnya technical area yang boleh dilalui fotografer dan media. "Banyak yang harus disampaikan. Sebab, jika ada yang salah, pasti saya kena semprot panitia atau match comissioner. Untungnya, akhir tahun lalu saya ikut workshop PSSI khusus para media officer," tutur alumnus SMA Negeri 1 Malang itu.
Lantas, bagaimana Brilian bisa dikenal oleh PT LIB dan orang PSSI? Ternyata dua tahun terakhir dia menjadi tim media Borneo FC. Dan sejak awal tahun 2018 ini, dirinya ditunjuk pula menjadi Head Media Officer tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
Dia datang ke Samarinda sejak 2016, ketika kompetisi di Indonesia masih berbentuk turnamen. Semua itu, berawal dari hobinya akan Arema. Dia yang kerap membuat match analysis untuk pertandingan Arema dengan nama Arema Statistik, akhirnya diboyong oleh Borneo FC.
Di sana, dirinya tidak hanya menyajikan data dan statistik tentang tim Borneo FC. Dia membuat video statistik dan video latihan klub, dengan durasi singkat yang akhirnya disebarkan melalui media sosial.
"Waktu itu belum banyak klub blow up aktivitas tim dengan video singkat. Lalu akhir 2017 saya ditunjuk jadi head media officer di Borneo FC," akunya.
Setelah itu, Brili mengikuti pelatihan sebagai media officer klub di Jakarta, bersama para media officer klub peserta Liga 1. Di sanalah dirinya mulai dikenal secara nasional. "Mungkin itu yang membuat PT LIB merekomendasikan saya di agenda PGK ini," terang Brili.
Dia mengatakan, senang di grup A ini terdapat Arema FC yang bertanding. Meski harus netral, dia tidak memungkiri berharap Arema melaju jauh di turnamen ini.
"Bagaimanapun saya orang Malang, asli Arema. Sangat senang jika Arema berprestasi. Sekalipun saya di Samarinda, saya masih komunikasi dengan teman-teman di Arema Statistik, untuk melihat perkembangan tim Arema juga," tandas sulung dari dua bersaudara itu.(stenly rehardson/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :