Si Tomboy yang Runner Up II Puteri Indonesia Jawa Timur


MALANG POST - Naomi Ariella Josenda menekuni dunia modeling sejak SMA. Berawal dari menuruti keinginan sang mama, Naomi fokus dan total berkarier di bidang yang erat kaitannya dengan fashion ini. 2015, perempuan cantik ini berhasil memenangkan Kakang-Mbakyu Kota Malang dan awal 2018 ini, dia berhasil menjadi Runner Up II Puteri Indonesia Jawa Timur.
Saat Malang Post menemui Naomi, ia sedang disibukkan menjadi mentor untuk para model yang tergabung dalam Color Models Inc. Di sela aktivitasnya itu, sosok ramah ini berbagi kisah. Menurut penuturannya, ia tumbuh menjadi gadis yang sangat tomboy semasa sekolah. Hal itu membuat sang mama ingin mengubah Naomi menjadi sosok yang lebih feminin dengan mengenalkannya pada dunia modeling. Apalagi, Naomi memiliki tinggi badan proporsional dan paras ayu.
“Kemudian, mama mendaftarkan aku ke Color Models Inc. Sebagai anak yang berbakti, saya mau mengikuti saran mama. Saya belajar banyak hal di sini,” ujar dia kepada Malang Post.
Langkah Naomi di dunia modeling sempat terhambat ketika ia kelas 3 SMA karena saat itu ia ingin fokus mengerjakan ujian. “Ketika awal kuliah, saya baru kembali lagi ke dunia model. Saat itu, sama Panda (Agoeng Soedir Putra, Pimpinan Color Models Inc, Red) saya langsung diajak show. Rasanya seneng banget,” ujar dia antusias.
Sejak saat itu, Naomi mulai sering mengikuti show. Baik show yang digelar di Malang, Probolinggo hingga Kalimantan. Menurutnya, hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. “Kerja sambil jalan-jalan. Apalagi, kita bisa ketemu banyak orang. Banyak hal seru yang bisa dipelajari dari sana,” ujar lulusan S1 Psikologi Universitas Brawijaya ini.
Naomi pun mulai berani unjuk gigi dari panggung ke panggung kompetisi. Hasilnya, ia berhasil meraih beberapa prestasi. Pada 2011, Naomi meraih Juara I Cardinal Award Jawa Timur dan juara I AMX Model Search. Tahun berikutnya, ia l menjadi Juara I Model Competition dan Juara Favorite Surabaya Model Search.
Tak berhenti sampai di situ, pada 2015 lalu, Naomi berhasil menjadi Juara I Mbakyu Malang 2015. Ketika itu, Naomi menampilkan aksi teaterikal. “Saya nggak nyangka bisa meraih gelar tersebut. Persaingannya cukup ketat. Sehingga saya berusaha maksimal,” beber dia.
Pada awal tahun 2018, diam-diam, Naomi kembali berhasil mengharumkan nama Kota Malang. Perempuan yang memiliki hobi traveling tersebut mengikuti ajang Puteri Indonesia Jawa Timur dan berhasil menyisihkan puluhan orang yang berasal dari seluruh penjuru kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur. Menurutnya, tahun ini Putri Indonesia Jawa Timur memiliki peserta terbanyak. “Ada sebanyak 40 peserta perwakilan kota dan kabupaten. Kemudian disaring menjadi 20 finalis dan langsung diambil tiga besar,” kata Naomi.
Ketika mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tersebut, Naomi menimba ilmu dari beberapa praktisi profesional, untuk mengasah skill dalam public speaking, serta mempersiapkan kreasi seni yang akan ditampilkan dalam unjuk bakat dan persiapan lainnya. “Saya belajar banyak hal, mulai dari pengetahuan umum, pengetahuan wisata dan public speaking. Sehingga, saya cukup percaya diri untuk memberikan penampilan yang terbaik,” papar gadis kelahiran 2 Juni 1993 ini.
Selama masa karantina, Naomi berkenalan dengan peserta lain yang berasal dari berbagai daerah, namun ada juga yang sudah ia kenal. “Ada yang sudah sering satu panggung, pernah sesekali ketemu ketika ada fashion show hingga orang yang betul-betul aku baru kenal. Dari mereka, saya bisa belajar budaya dan seni daerah lain di Jawa Timur. Kami juga tidak sungkan untuk sharing pengalaman masing-masing,” ujar perempuan yang pernah menjadi top 10 Puteri Pariwisata Jawa Timur 2016.
Naomi yang memang mencintai dunia seni kembali unjuk gigi dengan menampilkan aksi teater monolog wayang orang. Ketika itu, Naomi menceritakan tentang arti kebahagiaan dari dua sisi, yakni dari sisi jahat dan baik. “Saya memakai dua topeng. Saya menceritakan dua kebahagiaan yang diinginkan manusia, dari sisi jahat atau baik. Akhir cerita, saya memakai keduanya. Karena sebetulnya semua pilihan itu dibutuhkan dan tergantung bagaimana kita bijak menanggapi,” beber dia.
Babak demi babak penyisihan berhasil dilewati Naomi sampai ia dinobatkan sebagai Runner Up II Puteri Indonesia Jawa Timur 2018. Sulung dari dua bersaudara tersebut mengaku tidak menyangka bisa memenangkan ajang tersebut dan berhasil menyisihkan peserta lain. “Awalnya saya ragu-ragu dan merasa down. Ternyata, banyak sekali teman, keluarga, sponsor dan lainnya memberikan dukungan. Kita terkadang mengecilkan potensi diri sendiri. Tanpa kita sadari, banyak orang yang menilai kita berharga dan bisa melakukan banyak hal,” ujar perempuan berambut sebahu itu.
Saat ini, Naomi mengaku ingin fokus dengan dunia modeling. Apalagi, selama satu tahun ke depan, ia dikontrak eksklusif oleh Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Selain itu, ia juga akan fokus menjadi mentor di Paguyuban Kakang Mbakyu (Pakandayu) Kota Malang. “Tahun ini, banyak tawaran untuk mengikuti ajang modeling di kancah nasional maupun internasional. Namun, saya belum siap. Insya Allah, tahun depan saya akan ikut. Sambil mempersiapkan diri, saya ingin fokus dengan kegiatan yang saya lakukan ini,” pungkas perempuan yang juga memiliki hobi berenang tersebut.(tea/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :