Dua Polwan Makota Pakai Cermin Tembak Sasaran

 
MALANG – Aksi Bripka Kurnia Hayati dan Bripka Irma Andahwati, anggota Satlantas Polres Makota, mengundang decak kagum. Dalam penutupan pendidikan Bintara Polri di Pusdik Sabhara Porong, dua polwan cantik ini bermodalkan cermin untuk mencari sasaran sebelum menembakkan peluru dari Senapan Serbu V-1.
“Dalam peragaan tersebut, Kurnia dan Irma Mereka diminta datang ke Pusdik Sabhara Porong, untuk unjuk kebolehan dalam menembak. Tapi tidak menembak dengan cara biasa. Mereka pakai cermin untuk mengincar sasaran,” ujar Kapolres Makota, AKBP Asfuri melalui Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, kepada Malang Post.
Dalam peragaan, Kurnia dan Irma, didampingi oleh Kapusdik Sabhara Kombes Pol A Fahruz Zaman. Ketiganya memegang SS V-1 dengan magasin jenis baru seperti milik Kalashnikov atau AK-47. Di hadapan para peserta pusdik calon bintara, dua polwan Makota itu dihadapkan pada balon target.
Masing-masing penembak, harus bisa mengenai tiga sasaran balon dengan tiga peluru. Jarak antara penembak dan balon target sekitar 25 meter. Hanya saja, tingkat kesulitan menembak ini dinaikkan. Posisi pertama, Kurnia dan Irma, hanya diberi sebuah cermin untuk menarget sasaran balon pertama.
Pengawas proses menembak menginstruksikan para penembak agar menarget balon pertama, yang berada di posisi paling bawah. Setelah mendapatkan instruksi, Kurnia dan Irma melontarkan satu tembakan dan balon yang ditargetkan meletus. Tepuk tangan pun membahana dari para peserta pusdik.
Posisi kedua, para penembak diminta menaruh SS V-1 yang dipegangnya di bawah, ditempatkan di antara kaki kiri dan kanan. Kaki kiri berpijak pada telapak, sedangkan kaki kanan berlutut. Setelah itu, Kurnia dan Irma langsung memegang pelatuk senjata dengan tangan kanan dan tangan kiri menyangga tubuhnya.
Dengan aba-aba, mereka menembak balon target dan mengenai sasaran. Sedangkan, untuk posisi menembak ketiga, para penembak merebahkan diri dengan posisi miring, bertumpu pada pundak kanan. Para penembak menaruh SS V-1 di tanah dan hanya bermodal satu tangan kanan untuk menyangga senapan, menggenggam handel senjata, serta menaruh telunjuk kanan di pelatuk. Dor, balon target pun pecah.
“Sebagai polisi, penting untuk selalu menjaga ketajaman dan kesigapan polisi. Para polwan yang ikut dalam peragaan penutupan di Pusdik Sabhara, rutin dalam melatih ketepatannya menembak sasaran. Tiap bulan, para polisi melatih ketajamannya menembak, baik dengan senapan laras panjang maupun laras pendek,” tambah Marhaeni.(fin/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...