Tempat Mengenang Saur Sepuh Hingga Rhoma Irama


Rhoma: Ani, tadinya kukira kau seorang gadis yang lain di kampung ini! Tadinya kukira kau sebuah pribadi! Tapi rupanya kau tidak lebih dari pada gambaran seorang gadis kampung yang mudah didapat di sembarang jalan! Kau perempuan yang lemah. Perempuan yang tidak bisa menentukan sikapnya sendiri! Tentunya kau tahu bukan?! Bahwa apa yang kucapai selama ini adalah demi kau, Ani. Demi kita berdua. Tapi semua ini kau khianati! Kau hancurkan!.
Ani: Tapi Rhoma, Semua ini kulakukan karena. . . .
Rhoma: Karena kau tidak menyintai aku lagi?!
Ani: Bukan begitu Rhoma!”

Bukan hanya adegan Dilan dan Milea saja yang sekarang banyak diparodikan. Sejak bertahun lalu, sebelum muncul aplikasi dubsmash, percakapan Rhoma Irama dan Ani (diperankan Yatie Octavia) dalam film Gitar Tua, menjadi dialog film yang paling banyak di-lipsync. Tidak percaya, coba saja buka Youtube. Di sana bertebaran video kreatif yang diupload anak-anak muda, menirukan gerak bibir percakapan Rhoma dengan sangat tepat.
Entah mereka pernah menonton film itu sampai habis, atau hanya mengambil potongan scene fenomenal tersebut. Nah, bagi kamu yang penasaran dengan film-film jadul termasuk film-film yang dibintangi Rhoma Irama, bisa langsung mendatangi Indonesian Old Cinema Museum, satu-satunya museum film lawas di Indonesia yang diperkenalkan kepada masyarakat sejak Agustus 2017 lalu. Lokasinya satu tempat dengan rumah makan Ringin Asri di Jalan Soekarno Hatta No.45.
Ide menghadirkan museum film lawas ini muncul, saat Hariadi bersama Persatuan Artis Perfilman Indonesia (Parfi) DPC Malang ingin mengenalkan sejarah film Indonesia kepada anak-anak zaman now. Apalagi, Hariadi memiliki koleksi film lama yang tersimpan rapi di gudang rumahnya, yang selama ini tak pernah diutak atik. “Dari pada dibiarkan saja, lebih baik sekalian diputarkan untuk siapapun yang ingin menonton film lawas,” ujar pria ramah ini.
Maka, ia pun menyulap ruangan dengan luas sekitar 15X8 meter di salah satu bagian rumah makannya itu, menjadi museum. Di ruang itu, pengunjung yang datang akan mendapat sajian proyektor pemutar film yang masih bisa digunakan. Bahkan pengunjung juga bisa menonton film jadul dengan gratis. “Tidak banyak yang datang setiap harinya, jika dirata-rata ya sekitar lima orang per hari. Itupun kebanyakan dari mahasiswa,” ujar Hariadi.
Walaupun tak banyak pengunjung, Hariadi tetap senang sebab ada anak muda yang memiliki ketertarikan untuk menonton dan belajar tentang film lawas Indonesia. Selain proyektor jadul, ada sekitar 30 film yang dimiliki Hariadi. Selain beberapa film lama Rhoma irama, ada film Saur Sepuh, Si Buta dari Gua Hantu, film-film Suzana, film yang dibintangi Barry Prima, Warkop DKI, Film Kemerdekaan hingga film dewasa. Ada juga film Charlie Chaplin atau film komedi bisu yang masih tersimpan baik.

Berita Terkait

Berita Lainnya :