Kisah Mutiah Abdat Diundang “Mbah Google” ke Silicon Valley


Jangan sepelekan jika ada orang yang gemar membagikan tempat-tempat kuliner favorit di media sosial. Justru posting tersebut bisa-bisa membuat anda bisa terbang gratis ke luar negeri. Ini dialami Mutiah Abdat, mahasiswi semester akhir Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB). Tak tanggung-tanggung, ia diundang Mbah Google ke Silicon Valley San Fransisco California!
Ya, Google seringkali disebut sebagai mbah, kependekan dari Simbah. Sebutan untuk orang pintar alias dukun. Ini karena Google bisa menjawab pertanyaan apa saja. Padahal, Google bisa menjawab pertanyaan user internet lantaran dibantu oleh user internet lainnya. Salah satunya Mutiah Abdat.  Gadis ini mengaku iseng saja saat mengikuti program “Local Guide” Google.
Itu salah satu program cerdas dari Simbah Google. Program ini memungkinkan siapapun untuk menjadi guide dan mengenalkan tempat-tempat asyik di tempat ia berada. Review bisa membuat pembaca seolah-olah berada di tempat itu dan merasakan suasananya.
“Waktu itu saya ke cafe ice cream di daerah Tidar. Saya posting deh review tempat ini. Dari situ ternyata kok asyik dan tanggapan dari review juga banyak. Akhirnya makin sering deh bikin review tempat. Kampus saya saja saya review sendiri,” tutur gadis kelahiran September 1994.
Saat aktif-aktifnya menjadi local guide Google di Malang inilah kemudian akun Mutiah, rating dan level tinggi yakni mencapai level 5. Beruntungnya, saat berada di level 5 sebagai Local Guide inilah, Google mengumumkan adanya event tahunan “Local Guide Summit”.
Di mana salah satu prasayarat mengikuti Local Guide Summit ini paling rendah memiliki level 5 dalam rating seorang local guide. Alhasil Mutiah mendapatkan kesempatan tersebut. Secara resmi pun Google melalui surel mengirimkan undangan pendaftaran Local Guide Summit.
“Tapi dapat undangan itupun ada seleksinya. Kita juga diwawancarai lalu disuruh kirim video memperkenalkan negara kita sendiri. Ternyata saya berhasil dan jadi salah satu dari 151 local guide dari 62 negara yang diundang,” tegas dara asli Bogor kelahiran Malang ini.
Mahasiswi Jurusan Teknik Arsitektur ini menuturkan, ia berangkat ke Amerika Serikat langsung menuju San Fransisco pada Oktober 2017. Karena Local Gude Summit tersebut diadakan selama tiga hari. Berlangsung dari 11 sampai 13 Oktober 2017.
Pengalaman tidak terlupakan dirasakan Mutiah saat mengunjungi markas besar dan utama Google di kawasan Sillicon Valley, Mountain View, California tersebut.
“Benar-benar kayak yang saya lihat di televisi. Kantor Google penuh warna warni, asyik sekali orang-orang yang kerja di sana,” tandasnya mengingat kenangan manis berada di kantor pusat Google.
Ia menjelaskan jika dirinya tidak menjadi satu-satunya peserta Local Guide Summit dari Indonesia. Ia bersama dengan empat local guide asal Indonesia berkesempatan hadir di acara tahunan pada penyuplai Google Maps tersebut.
Mutiah menceritakan jika semua peserta yang dari Indonesia, kebetulan berasal dari Jawa Timur semua. Dua peserta berasal dari Malang, termasuk dirinya. Sedangkan tiga lainnya berasal dari Surabaya, Blitar dan Sidoarjo.
“Jadi tidak sendiri juga. Kami pun baru tahu ketika sampai sana,” tandasnya.
Mutiah mengaku sangat terkesima dengan kantor pusat Google tersebut. Karena kantor sibuk tersebut tidak seperti kantor seperti biasanya. Wahana permainan dan area bersantai jauh lebih banyak dibandingkan alat-alat bekerja. Bahkan, Mutiah juga terkesima bagaimana orang-orang dalam perusahaan tersebut menghargai banyaknya perbedaan.
“Tidak heran juga sih. Yang kerja di Google itu dari berbagai negara,” ungkap gadis asal Kota Bogor ini.
Cara menghargai perbedaan pun bahkan terlihat saat pengunjung berada di kantin Google. Ada makanan halal. Tidak hanya itu saja, sesi makanan vegetarian, penyuka buah, pun terpisah dengan baik.
Meski terkesima dengan cara bekerja dan situasi di Kantor Google ini, Mutiah mengaku tidak memiliki cita-cita besar bekerja di sana. Ia lebih memilih untuk membawa pengalaman yang ia dapat selama tiga hari di Google untuk dimanfaatkan di Kota Malang.
“Sedikt banyaknya saya ingin memberikan kontribusi bagi Kota Malang,” tandasnya.
Hal ini langsung ia buktikan. Sekembalinya dari Google, Mutiah merasakan jaringan networkingnya meluas. Entah dari mana, ia kemudian banyak dihubungi beberapa pihak pemerintah, salah satunya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.
Saat ini dirinya dan Disbudpar Kota Malang sedang merancang untuk mengembangkan pariwisata Kota Malang melalui jaringan local guide.
“Saya kebetulan menjadi koordinator local guide di Malang. Saat ini kira-kira ada 150-an local guide di Kota Malang yang dapat dikembangkan potensinya untuk membantu promosi pariwisata Kota Malang,” papar bungsu dari empat bersaudara ini.
Nantinya, seperti yang dilakukan Mutiah sebelumnya, local guide di Kota Malang akan mereview dan menyediakan data serta foto-foto tempat-tempat strategis untuk di posting dan terintegrasi dengan Google Maps.
Akan tetapi konsepnya akan diperhatikan. Review local guide ini akan diarahkan ke tempat wisata heritage Kota Malang. Seperti salah satunya kawasan Kayu Tangan dan sekitarnya.
“Intinya kita ingin bantu promosi wisata Kota Malang dengan jaringan local guide google ini. Ya semoga bisa manfaat,” pungkasnya ramah.(Sisca Angelina/ary)

Berita Lainnya :

loading...