Memenuhi Panggilan Allah, Persiapan Nomor Sekian


MALANG POST - Alhamdulillah. Malang Post kembali memberangkatkan karyawannya untuk menjalankan ibadah umrah di tanah suci Makkah-Madinah. Tiga bulan lalu, satu karyawan berangkat, kali ini dua orang langsung. Sekretaris Redaksi Buari dan Admin Iklan Nur Towilir Rohmah berangkat umrah bersama Betravel Insan Islami. Bagaimana kisahnya? Berikut catatan yang ditulis Buari.
Sama-sama baru pertama kali menjalani ibadah umrah, saya dan Mbak Nur, demikian saya biasa memanggil Nur Towilir Rohmah, terbilang berangkat menjalankan ibadah ini, tanpa persiapan matang. Maklum, kami yang ikut paket sembilan hari dari Betravel, memiliki waktu tak sampai 24 jam sejak dipastikan berangkat hingga jadwal keberangkatan pada 19 Maret 2018 lalu.
Ya, kami sebelumnya memang mendapat informasi awal perihal keberangkatan pada 19 Maret, namun baru yakin akan berangkat pada 18 Maret siang setelah mendapatkan itinerary (rencana perjalanan). Tepat saat kami menjalani manasik di kantor Betravel Cabang Malang di Jalan Danau Sentani Raya C C4-A13 bersama rombongan umrah yang dijadwalkan berangkat 26 Maret. Praktis, hanya saya dan Mbak Nur yang berangkat 19 Maret.
“Besok (19 Maret, Red) berangkat, jam 6 pagi sudah harus berkumpul di Bandara Juanda, ini nomor TL (Tour Leader, Red) dan jadwal umrah selama sembilan hari,” ungkap Suci Dewi, Sales Counter Betravel dari Surabaya. Kebetulan selama ini, komunikasi kami dengan kantor pusat Betravel di Jl. Amir Hamzah No. 16 Surabaya.
Nyaris tanpa persiapan khusus, kami bermodal hasil manasik umrah yang digelar Betravel Cabang Malang. Saya dan Mbak Nur menghubungi keluarga kami untuk memastikan usai manasik langsung menyiapkan kebutuhan selama umrah. Sekaligus memastikan keberangkatan dari Malang agar tidak terlambat tiba di Juanda seperti yang telah dijadwalkan.
“Umrah adalah ibadah yang sakral, tidak semua orang punya kesempatan untuk ditakdirkan jadi tamu Allah. Bahkan orang kaya sekalipun, atau orang yang sudah daftar umrah untuk kepastian berangkatnya belum 100 persen. Takdir Allah tidak tahu,” ungkap Ustadz Muhammad Arkom yang memimpin jalannya manasik saat itu.
“Ada yang sudah daftar, tarnyata daftar di travel abal-abal. Kemauan ada, dana juga sudah lunas, tapi kalau Allah tidak menakdirkan berangkat, tidak akan berangkat. Jadi hanya mereka yang dipanggil bisa berangkat, setelah itu ikhlaskan semuanya pada Allah dan luruskan niat untuk umrah,” lanjut ustadz asal Surabaya ini memberi pesan pada para peserta manasik.
Mendengar tausiyah itu, rasanya kami lebih tenang. Kami bersyukur setelah sempat galau. Persiapan pun jadi nomor sekian. Kami makin yakin Allah SWT benar-benar memanggil kami untuk berangkat ke tanah suci. Melalui Malang Post, lewat Betravel. Begitulah ketika Allah SWT mengatakan “berangkatlah umrah Buari dan Nur Towilir, kun fayakun!”, ya saat itu juga terjadi. Sudah tertulis di Lauh Mahfudz, kami berangkat umrah pada 19 Maret 2018. Subhanallah.
Saking mepetnya persiapan, bahkan kami berdua tak sempat menukarkan rupiah ke real, layaknya jamaah umrah lain. 18 Maret bertepatan hari Minggu dan Senin dini hari, kami sudah harus menuju ke Juanda.
“Tenang saja, fokus pada ibadah umrah karena ini panggilan Allah, pasti Allah telah menyiapkan segalanya untuk para tamu yang dipanggil-Nya. Seperti kalau presiden mengundang seseorang, pastinya presiden telah menyiapkan semua kebutuhan orang yang diundangnya,” ungkap Nugroho, Asisten Direktur Malang Post meyakinkan kami berdua sebelum berangkat.
Senin (19/3) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, kami sudah berkumpul di Bandara Juanda di tempat yang telah disepakati. Tim dari Betravel sudah menyambut kami untuk membagikan ID card, slayer sebagai penanda, pasport dan tiket pesawat. Kami satu rombongan berjumlah 38 orang, juga mendapatkan fasilitas sarapan pagi sebelum start perjalanan umrah.
Sekitar pukul 09.30 WIB, usai doa bersama, rombongan umrah Betravel Insan Islami berangkat menuju Madinah menggunakan Maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0116. Ada 420 penumpang di pesawat jenis Air Bus ini, hampir semuanya adalah jamaah umrah. Selain 38 orang jamaah umrah dari Betravel Insan Islami, banyak lagi dari travel yang lain.
Alhamdulillah, tidak ada kendala selama penerbangan menuju Madinah yang ditempuh hampir 10 jam.  Sekitar pukul 16.30 waktu Madinah kami tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah. Tanpa bingung memikirkan bagasi yang telah diurus pihak travel, kami langsung naik bus untuk menuju Al-Fayroz Kartaj Hotel, Madinah. (buari/han/bersambung)

Berita Lainnya :