Menikmati Taman Surga, Meski Tak Bisa Berlama-lama


MALANG POST - “Di antara rumahku dan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku ada di atas telagaku,” (HR Abu Hurairah RA). Alhamdulillah. Mendapatkan kesempatan hadir dan memanjatkan doa di raudhah adalah nikmat tak ternilai harganya. Merupakan bagian dari perjalanan umrah Malang Post bersama Betravel Insan Inslami, berikut catatan yang ditulis Sekretaris Redaksi Buari yang berangkat bersama Admin Iklan, Nur Towilir Rohmah.
Lepas isya, rombongan jamaah umrah Betravel tiba di Al-Fayroz Kartaj Hotel, Madinah, Senin (19/3). Usai makan malam, kami dipimpin ustadz Fathur Rohman, mutawif yang ditunjuk pihak travel, berjalan menuju Masjid Nabawi. Kebetulan jarak dari hotel ke masjid hanya sekitar 400 meter. Kami berjumlah 38 orang dibawa ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan salat isya berjamaah.
Subhanallah. Inilah untuk pertama kalinya, saya melihat langsung dan menginjakkan kaki di Masjid Nabawi. Setelah selama ini hanya melihat gambar dan mendengar ceritanya, kali ini saya benar-benar berada di pelataran masjid ini. Ya Allah, haru campur bahagia. Meski baru di pelataran saja, kami salat isya berjamaah dipimpin ustadz Fathur Rohman.
“Ingat ya, dari arah hotel kita masuk dari pintu tujuh. Untuk ke raudhah, kita jadwalkan besok malam (Selasa malam, Red) bersama-sama,” ungkap ustad Fathur Rohman memberi petunjuk jalan untuk jamaah dari hotel menuju masjid. Sejurus kemudian, jamaah kembali ke hotel untuk istirahat usai penerbangan Surabaya-Madinah yang cukup panjang.
Selasa (20/3) pagi, 20 menit sebelum adzan subuh, saya sudah bergegas menuju Masjid Nabawi seorang diri. Keluar hotel, ternyata jalanan sudah ramai orang-orang yang hendak menuju masjid. Benar saja, di pelataran masjid sudah banyak jamaah yang menunggu adzan subuh. Luar biasa. Ini salat subuh.
Saya tak ingin salat di pelataran. Saya masuk ke ruang utama Masjid Nabawi, meski bukan di bawah kubah hijau, bagian masjid yang terdapat makam Nabi Muhammad SAW. Masuk ke dalam, jamaah salat subuh sudah cukup banyak. Beruntung datang lebih awal, masih dapat tempat. Luar biasanya, meski ini subuh, sebagian jamaah harus berebut tempat salat.
Usai salat berjamaah, saya menyempatkan baca Alquran. Berikutnya saya coba berjalan ke arah raudhah. Tempat istimewa yang berada di bagian tenggara di dalam Masjid Nabawi. Taman surga, yang saya tahu tempat ini adalah tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Ternyata, sebelum menjangkau tempat ini, sudah penuh sesak orang-orang yang ingin ke raudhah.

Berita Lainnya :

loading...