Anak Desa yang Bertekad Meraih Juara Di Singapura


Arema dikenal sebagai tim yang sering melahirkan pesepakbola andal di kancah nasional. Talenta-talenta berbakat yang terus lahir berkat pembinaan pemain yang cukup baik di Kota Malang. Salah satunya adalah Yudha Nurdhi Saputra, penjaga gawang Arema U-15 yang berlaga di turnamen JSSL Singapura pada 6-8 April 2018 ini bermimpi, suatu saat akan menjadi kiper yang mengawal gawang tim berjuluk Singo Edan tersebut.
Demi meraih cita-citanya itu, Yudha rela menambah waktu berlatih sendiri di luar jam latihan akademi demi mengasah kemampuannya. Tekad yang begitu kuat menjadi semangat dan motivasi pemain asli Kecamatan Wagir Kabupaten Malang ini, untuk selalu memberikan penampilan terbaik saat dipercaya menjaga gawang Arema U-14 maupun U-15.
Putra pasangan Sunardi yang tercatat sebagai anggota TNI AD dan Nurul Chotimah yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga ini mulai berkecimpung dengan dunia sepak bola sejak usia 10 tahun. Putra Jaya Agrokusuma Batu adalah Sekolah Sepak Bola (SSB) pertama yang dia bela.
Terlahir dari keluarga tentara membuat Yudha dididik dengan kedisplinan cukup tinggi. “Saya dari dulu sudah ditekankan untuk selalu bisa membagi waktu. Kalau waktunya sekolah harus fokus sekolah dan harus berprestasi, enggak boleh dapat nilai jelek sama ayah. Saat main sepakbola harus giat latihan dan nggak boleh malas-malasan, harus bisa jadi pemain yang dipilih pelatih saat akan bertanding,” tutur Yudha.
Kecintaannya pada dunia bola itulah yang membuat pengidola Gianluigi Donnaruma ini bercita-cita menjadi kiper andal seperti idolanya. Karena itu, meski harus menempuh perjalanan jauh untuk latihan sejak kelas 5 SD, dia tetap bersemangat. Berdomisili di Wagir, Yudha harus menempuh perjalanan sejauh 30 km ke Kota Batu untuk berlatih dengan SSB Putra Jaya setiap Selasa dan Minggu.
Yudha mengungkapkan, peran ayahnya begitu besar dalam karirnya sampai dia dipilih menjadi bagian dari tim Arema U-14 yang akan berlaga di Singapura. “Setiap sore diantar ayah latihan naik motor sepulang sekolah kalau latihannya bukan di hari libur, ayah juga selalu menemani saat latihan. Kadang juga memberi masukan dan selalu memotivasi saya untuk maju,” kenangnya. Tahun 2017, Yudha mengikuti seleksi Akademi Arema dan akhirnya lolos menjadi bagian dari tim Arema U-14.
Sebelum bergabung dengan Akademi Arema, Yudha sukses mengantarkan SSB Putra Jaya Agrokusuma menjadi kampiun Piala Menpora U-12 pada 2016 lalu. Hebatnya dia berhasil mengantarkan SSB Putra Jaya menjadi juara tanpa menderita kebobolan satu gol pun. “Momen itu yang selalu terkenang di hati saya, siapa sih pemain yang nggak bangga bisa jadi juara dan membanggakan orangtua,” imbuhnya
Permainan Yudha yang cukup bagus membuatnya juga dipanggil memperkuat tim Arema U-15 yang saat ini berlaga di Liga U-15 2018 Asosiasi Kota (Askot) Kota Malang. Bahkan, pemain kelahiran 16 Januari 2004 yang saat ini menjadi penjaga gawang utama Arema U-15.  
Siswa kelas VIII SMPN 1 Wagir ini mengaku tidak puas diri dengan apa yang sudah diraihnya saat ini. “Saya latihan tambahan privat, untuk menambah kemampuan. Kalau tidak sama coach Bambang pelatih saya di rumah, biasanya berlatih dengan ayah,” ungkap Yudha.
Meski berasal dari desa, dia yakin bahwa dengan semangat, kerja keras, doa dan restu dari orangtua semua cita-cita dapat tercapai. “Asal mau kerja keras dan terus latihan saya rasa anak desa pun bisa jadi pemain profesional,” tuturnya.
Kemampuan Yudha sebagai kiper diakui oleh pelatihnya di Arema U-15, Endrik Vedes Waluyo. Menurut Endrik, kemampuan Yudha di atas rata-rata anak seusianya dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan menjadi kiper andalan. “Dia memiliki refleks yang bagus dan kaki yang lincah. Yudha juga memiliki kemampuan yang komplet sebagai penjaga gawang. Pandai mengantisipasi bola atas dan bola bawah, makanya dia harus terus kita bina dan kita beri kesempatan bermain yang cukup,” papar Endrik.
Yudha juga ingin menambah prestasi yang dia raih dengan membawa Arema U-15 menjuarai Liga U-15 2018 dan mempertahankan Piala JSSL 2018 bersama Arema U-14. Musim lalu, Arema U-14 sukses merebut juara Piala JSSL 2017.
Dia menuturkan, orangtuanya saat ini ikut mendukung Yudha berlaga di Singapura. “Ayah sama ibu nabung supaya bisa datang langsung dan  mendukung saya di Singapura,” kata Yudha penuh semangat.
Target Arema U-14 menjadi Juara Turnamen JSSL 2018, menurutnya tidak membuat dia terbebani, Yudha justru tertantang dan termotivasi untuk membawa Arema U-14 menjadi juara. “Saya siap memberikan penampilan terbaik agar tim yang saya bela bisa juara,” ujarnya.
Yudha bercita-cita kelak suatu hari dapat memperkuat tim senior Arema. “Saya ingin jadi pemain professional, semoga suatu saat saya bisa menjadi kiper Arema. Sebuah kebanggaan bisa membela tim tanah kelahiran sebagai Arek Malang,” pungkasnya (mg2/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :