Cerita Imam Fauzi yang Mendadak Tersangka KPK


MALANG - Heran dan terkejut. Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Itulah yang dapat menggambarkan perasaan Imam Fauzi anggota DPRD Kota Malang saat mendengar kabar dirinya menjadi tersangka dalam pusaran kasus dugaan suap Pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun 2015.
Tidak hanya terkejut, dia pun merasa bingung bukan kepayang karena langsung dinyatakan sebagai tersangka, kemudian menjadi tahanan KPK sepekan lalu. Sebab, Imam Fauzi tidak pernah dipanggil sebagai saksi dalam pengadilan, merasa tidak pernah menerima uang seperti yang disangkakan namun mendapatkan surat perintah penyidikan dari KPK, sebagai salah satu anggota dewan yang terlibat dalam pusaran dugaan suap.
 “Saya kaget. Tidak pernah diperiksa sebagai saksi tiba-tiba dapat surat perintah penyidikan. Saat saya baca surat di dalamnya tertulis diperiksa sebagai tersangka, saya heran kok bisa seperti ini,” ungkap anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB belum lama ini kepada Malang Post.
Ia tidak pernah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam persidangan baik terhadap terdakwa Arief Wicaksono maupun Jarot Edy yang mengungkapkan fakta kejadian. Ia pun mengetahui betul, dalam rekaman yang diperdengarkan di persidangan pun, namanya tidak pernah disebut.
“Saya disuruh untuk jalani saja, tapi mana bisa? wong saya tidak tahu apa-apa. Suara saya juga tidak pernah diperdengarkan dalam rekaman yang disadap KPK. Saya baru pertama ke KPK pada jumat ini (Jumat, 6/4) dipanggil sebagai tersangka. Saya bingung sekali,” keluh Imam yang menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kota Malang.
Imam melanjutkan, kabar tersebut pun memengaruhi keluarganya. “Ini berat juga buat keluarga saya, mereka akhirnya jadi korban padahal tidak tahu apa-apa. Saya juga tidak tahu menahu,” ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :