Popo Aryo Sejati, Andalan Tim Downhill di Asian Games 2018, Ingat Peran Orang Tua

MALANG - Pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya memang tepat ditujukan pada sosok Popo Ario Sejati. Salah satu atlet balap sepeda yang lahir di Kota Malang ini, mengenal dunia balap sepeda dari sang ayah yang juga atlet dan pelatih balap sepeda. Ia bertabur prestasi, baik dalam skala nasional maupun asia.
Pria yang akrab disapa Popo ini menceritakan bagaimana dirinya mulai mengenal sepeda hingga dia menggeluti dunia balap sepeda. Termasuk berhasil menorehkan prestasi yang bisa dibanggakan.
“Dulu waktu kecil kira-kira usia TK, bapak sudah mengajarkan saya naik sepeda waktu itu. Kalau tidak salah sepeda BMX karena masih kecil banget waktu itu saya dipegang terus sama bapak waktu mengayuh sepeda. Terus masuk usia SD saya diajak bapak untuk ikut lomba sepeda BMX tapi waktu itu masih antar kampung,” kenang pria kelahiran Malang, 24 Juli 1986 ini.
Putra pasangan Bapak Seger Triyono dan Ibu Sukatri ini mengatakan peran orang tua begitu besar dalam karirnya. Dirinya mengaku berkat jasa sang ayah lah, dia bisa menekuni hal yang semula hobi menjadi sesuatu prestasi yang bisa membanggakan bagi dirinya, keluarga, dan negara.
“Bagi saya bapak bukan sekedar orang tua saja, tapi dia juga mentor sekaligus pelatih dalam perjalanan karir saya. Beliau selalu membimbing saya kadang juga memberikan masukan ketika saya selesai bertanding atau mau mengikuti suatu kejuaraan balap sepeda. Intinya bapak sangat berperan penting dan menjadi alasan mengapa saya bisa sejauh ini,” ungkapnya.
Kisah unik juga diceritakan Popo ketika di sekitar rumahnya belum ada sirkuit balap sepeda BMX. Dirinya bersama teman-temannya yang masih usia anak-anak saat itu membuat sirkuit BMX sendiri.
“Waktu dulu di kampung tidak ada sirkuit BMX buat latihan dan main sama teman-teman di kampung. Saya sama bapak dibantu teman-teman membuat sirkuit BMX kecil di belakang rumah untuk latihan dan tempat main-main sama teman-teman,” papar pria yang berdomisili di Jalan Danau Rawa Pening Dalam H5 E20 Kecamatan Sawojajar Kota Malang tersebut.
Popo mulai serius menekuni balap sepeda sekitar tahun 2001, saat dirinya memasuki kelas satu SMP waktu itu. Dirinya masuk mengikuti kelas junior, waktu Popo belum bercita-cita mengikuti kejuaraan dengan level nasional dia masih fokus pada kejuaraan antar daerah saja waktu itu. Dari balapan pertamanya lah, Popo mulai berpikir untuk menekuni serius dunia balap sepeda dan meniti karir sebagai pebalap sepeda profesional.
“Saya waktu itu ingin berkembang menjadi pembalap profesional dan kebetulan di Malang ada sekolah khusus balap sepeda. Akhirnya saya coba masuk ke velodrome Malang yang waktu itu dilatih Pak Sugeng Trihartono di situ saya diterima dengan baik,” paparnya 
Setelah bergabung dengan sekolah balap sepeda tersebut, Popo mulai aktif mengikuti berbagai macam kejuaraan balap sepeda kategori BMX seperti Balap Road Bike Kelas Junior di Surabaya. Lalu Kejurnas Balap Sepeda di Jakart, dan Balap XC yang semuanya berhasil dia akhiri dengan selalu meraih podium pertama di setiap kejuaraan tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi Popo untuk naik kelas, satu tahun saja dirinya berada di kelas junior dan kemudian dia naik di kelas elite. 
“Setahun saya di kelas junior terus naik ke kelas elite. Di kelas elite persaingan begitu berat banyak pebalap-pebalap bagus disana tapi alhamdulillah saya bisa menunjukkan prestasi yang lumayan,” ungkapnya.
Usai menuai banyak prestasi di kelas BMX, di tahun 2006 Pelatih Balap Sepeda, Zainul Siswanto mencoba dirinya untuk terjun di kelas dunhill. Setelah mencoba kemampuan Popo di kelas downhill. Popo menceritakan bahwa pelatihnya itu mengatakan dirinya memiliki potensi di downhill karena punya keberanian yang cukup tinggi dan skill melewati turunan dengan cukup baik. Setelah itu dirinya dicoba mengikuti PraPON dan Pelatnas SEA Games yang akhirnya dirinya menjadi bagian dari tim balap sepeda di SEA Games 2007.
“Dari dicoba di downhill itu akhirnya saya beralih dari BMX ke downhill dan ternyata rezeki saya ada di sana,” tutur peraih medali perak di SEA Games Thailand 2007 tersebut.
Setelah itu dirinya fokus berkarier di kelas downhill hingga sekarang. Berbagai prestasi telah diraih Popo yakni medali emas PON Jawa Barat 2016, Medali Perak SEA Games 2007. Ia juga sempat menjadi atlet downhill yang menempati ranking 1 pada tahun 2009 dan 2013. Popo juga menjadi Juara 1 Downhill New Zealand 2017, Juara 2 ASEAN Champ In Jogja 2015. 
Sementara untuk saat ini Popo Ario masih tercatat sebagai pebalap sepeda di kelas downhill yang menempati urutan pertama atlet downhill Indonesia. Popo mengaku fokus pada persiapan dirinya di Pelatnas Asian Games 2018 yang berada di Malang untuk kelas downhill dan bersiap mengikuti kejuaraan internasional downhill di Filipina bulan depan. Meski bergelimang prestasi dirinya juga menceritakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang atlet.
 “Jauh dari orang tua itu terkadang bikin sedih waktu Pelatnas. Saat Pelatnas di Jakarta sedangkan orang tua berada di Malang terkadang bikin rindu apalagi waktu saya cedera yang selalu saya ingat bapak dan ibu saya,” ungkapnya.
Popo menceritakan dirinya pernah mengalami beberapa cedera. Ini membuatnya tidak tampil maksimal di suatu kejuaraan dan harus absen untuk pemulihan yang membutuhkan waktu cukup lama. 
“Waktu itu pernah saya cedera patah collarbone (tulang selangka, Red) sehingga saya harus absen di Pelatnas sambil pemulihan saya pulang untuk melepas kangen dengan bapak ibu,” ujarnya
Popo bangga bisa mendulang banyak prestasi dan membuat keluarganya bangga terutama ayah dan ibunya. Di mana sehari-hari ayah bekerja sebagai wiraswasta dan ibu sebagai ibu rumah tangga biasa. Namun mereka bisa mendidik anak yang menjadi atlet balap sepeda di kelas downhill andalan Indonesia di ajang internasional. 
Popo berharap di Asian Games 2018 nanti dirinya bisa mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Yang membuat harum nama negara dan Kota Malang, kota tempat dia ditempa menjadi pebalap sepeda yang andal ini.
“Semoga bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia di Asian Games nanti dan bisa menjadi kebanggaan bagi arek-arek Malang agar terus berprestasi disetiap bidang yang mereka geluti masing-masing,” pungkasnya.(mg2/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :