Loyal, Jadi Wonder Women Accor Hotels


MALANG - Selama 20 tahun mengabdi di Accor Hotels, Ina Rianawati, 43, tidak pernah terpikir untuk menjadi General Manager. Alumnus D3 Perhotelan STIEPAR YAPARI-AKTRIPA Bandung ini langsung menapaki karir di dunia hotel, mulai dari bagian terkecil hingga sekarang dipercaya menjadi GM Ibis Styles Hotel Malang.
Ditemui Malang Post di ruang kerjanya, Ina tak segan berbagi suka duka bekerja di bidang hotel. Perempuan cantik ini mengawali karir di sekitar tahun 1997 sebagai resepsionis di Ibis Hotel Arcadia. “Sejak saat itu saya mengabdi di bawah Accor Hotels. Hanya pindah-pindah brand saja. Namun, masih dalam satu property yang sama,” terang dia kepada Malang Post. Saat banyak pekerja di hotel yang seringkali berpindah hotel di beda manajemen dan perusahaan, ia masih setia pada Accor Hotels.
Perjalanan karier Ina pun perlahan naik, setelah lulus training, ia dipercaya menjadi resepsionis dan lanjut sebagai petugas reservasi. Tak butuh waktu lama, tangga karir tersebut hanya berjarak satu tahun hingga sekitar April 1999, ia dipercaya sebagai Supervisor Kantor Depan Accor Asia, Mercure Hotel & Residence Slipi, Jakarta. “Setelah itu, perlahan karir naik lagi. Satu tahun kemudian, saya dipercaya sebagai Supervisor Reservasi. Sebulan sesudah itu menjadi Manager Tugas Muda dan berlanjut Manager Tugas selama satu tahun,” papar perempuan asli Bandung tersebut.
Ina dipercaya menjabat ragam posisi, mulai dari Asisten Manager Front Office pada Ibis Kemayoran Jakarta hingga Manager Kantor Depan.  Di jabatan terakhir itu, ia dipercaya untuk membantu mendefinisikan dan mengimplementasikan strategi hotel dan bertanggungjawab terhadap tugas-tugas organisasi. Lama di Jakarta, pada 2006 ia dipindah untuk mengabdi di Batam selama 2,5 tahun dan kembali lagi ke Ibis Mangga Dua Jakarta sebagai Executive Assistant Manager.
Lebih lanjut, Ina menceritakan, sekitar 2012, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk maju di ajang International Hospitality Management Program (IHMP). Ajang ini merupakan program untuk menjadi seorang General Manager tingkat Asia Pasifik. “Ketika itu, yang berasal dari Indonesia hanya dua orang, termasuk saya,” kata Ina.
Pada kesempatan tersebut, hanya ada sekitar 17 orang dari perwakilan hotel yang berasal dari India, China, Vietnam dan lainnya. Selama 18 bulan berjuang di Bangkok untuk ajang tersebut, Ina berhasil memperoleh nilai terbaik kedua. “Menurut penilaian, para juri tertarik dengan perjuangan saya yang berasal dari bawah,” kata dia.
Ina mengaku, awalnya ia tak tertarik dengan ajang tersebut, selama 3 tahun sebelumnya, ia selalu diminta untuk mengikuti ajang tersebut. Namun, masih belum memiliki rasa percaya diri yang tinggi. “Akhirnya, pada tahun ketiga, GM mewajibkan saya untuk ikut. Mulai dari persiapan sampai pendaftaran, semua diawasi langsung sama GM. Saya submit aplikasi sekitar jam 8 malam dan sudah last minute,” ingatnya sambil tertawa.
Akhirnya, perjuangan tersebut membuahkan hasil. Ina berhasil meraih nilai tertinggi dan mendapat hasil yang cukup memuaskan. “Sejauh ini, saya hanya melakukan pekerjaan dengan cara terbaik. Selebihnya, biar orang yang menilai. Yang penting saya menikmati pekerjaan sehingga bisa melakukan semuanya dengan maksimal,” kata dia.
Pada tahun yang sama, prestasi demi prestasi menyusul. Ina berhasil mendapatkan ISO 9001 sebagai pemimpin tim proyek dan mendapatkan sertifikat sebagai Pencapaian Terbaik Kinerja Keuangan dari Ibis Mangga Dua Jakarta.
Karier Ina masih terus berlanjut. Pada 2013, ia dipercaya untuk memegang kendali hotel budget yang baru dibuka oleh grup Accor Hotels, yakni hotel Ibis Budget Daan Mogot Jakarta. “Saya GM pertama di hotel ini. Mulai dari lahirnya hotel, saya turun tangan langsung. Di sini, saya tidak bertindak sebagai GM saja. Tapi juga turun tangan langsung dalam hal lain,” kata dia.
Di sana, Ina merasa tertantang, di tengah hiruk pikuk Jakarta dan juga banyak kompetitor yang ada, Ina merasa wajib melakukan inovasi untuk meningkatkan okupansi hotel. “Saya bersama tim berpikir untuk membuat sesuatu yang nyeleneh dan berbeda. Sehingga, meskipun kami masuk sebagai hotel budget, kami bisa dapat okupansi setiap hari,” kata dia.
Ketika itu, Ina terbantu dengan keberadaan hotelnya yang dekat dengan salah satu stasiun televisi nasional. Sehingga, pada suatu momen tertentu, hotelnya selalu fully booked. “Televisi itu kan sering banget adakan ajang pencarian bakat. Nah, ketika momen grand final, banyak keluarga dan teman-temannya datang dari luar kota untuk memberikan dukungan. Di sana, saya menggencarkan promo dan kamar saya penuh,” ujar sulung dari dua bersaudara itu.
Atas hasil kerja kerasnya tersebut, Ina juga ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa memiliki karier bagus dan berprestasi. Apalagi, Accor Hotels juga memiliki suatu wadah khusus untuk memberikan kesempatan perempuan untuk berada dalam jajaran top manajemen. “Hal tersebut yang membuat saya bersemangat untuk bekerja hingga saat ini. Bagi saya, komitmen, integritas dan loyalitas adalah modal utama dalam bekerja,” tandas dia.(tea/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :