Terpilih di Gunung Kawi, Siap Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat


Duta Sanitasi 2018, juga terpilih pada malam Penobatan Joko-Roro Kabupaten Malang 2018 di Amphitheater Gunung Kawi, Wonosari, Sabtu (28/4) malam. Finalis yang berhak menyandang gelar itu yakni adalah, Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Bayu Hendriansa dan Mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang Bellinda Amanda Laveda Kalontong.
Wajah semringah terpancar dari Bayu Hendriansa dan Bellinda Laveda Kalontong, ketika nama keduanya disebut pembawa acara terpilih sebagai Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018. Keduanya terus menebar senyuman ketika hendak dilangsungkan prosesi penobatan serta pemberian piala oleh Anggota Paguyuban Joko-Roro Kabupaten Malang.
Usai penobatan pemenang Joko-Roro Kabupaten Malang 2018, keduanya melakukan selebrasi di bawah panggung. Mereka bersalaman dengan keluarga, teman, serta para pendukungnya yang hadir dalam kesempatan tersebut. Hawa dingin Gunung Kawi saat itu, tidak menyurutkan euforia keduanya lantaran berhasil meraih penghargaan tersebut.
Apalagi keduanya mendapat dukungan langsung dari Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Dr Ir Wahyu Hidayat MM. Ya Duta Sanitasi 2018 merupakan binaan dari instansi tersebut. Ini merupakan gelar baru yang disematkan pada ajang pemilihan Joko-Roro Kabupaten Malang pada edisi kali ini.
Kedua Duta Sanitasi inipun tidak melupakan berfoto bersama Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM. Mereka juga tidak lupa bersalaman dengan mencium tangan Wahyu, tanda penghormatan atas diraihnya Duta Sanitasi. Bagi Bayu amanah tersebut siap diemban dengan sebaik mungkin. Apalagi dia juga sudah mendapat wawasan tentang sanitasi.
Kepada Malang Post, Bayu Hendriansa mengaku siap mengemban amanah ini. Apalagi dinilainya ini merupakan tanggungjawab yang sangat besar dan tidak main-main.
“Tentunya saya siap membantu Dinas Perumahan dan Cipta Karya dalam memberikan pemahaman pentingnya sanitasi yang baik kepada masyarakat,” ujarnya gamblang.
Baginya, kampanye sanitasi itu sangat penting. Masyarakat terutama yang berada di pedesaan masih minim wawasan tentang sanitasi yang baik. Selain itu, dirinya akan gencar mensosialisasikan hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Lantaran sanitasi yang baik ini dinilainya berkaitan erat dengan pola hidup bersih dan sehat masyarakat.
Pemuda yang pernah menjadi Juara 2 Nasional Indonesian Cheer Association National Championship ini sangat optimis bisa menjalankan tugas itu dengan sebaik mungkin. “Berkunjung ke pedesaan bukan hal baru bagi saya. Apalagi saya sebagai Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian, sering sekali berkunjung ke pedesaaan,” tuturnya.
Dengan banckground yang dimilikinya tersebut, dia percaya akan semakin mudah dalam menjalankan tugas sebagai Duta Sanitasi 2018. Hal sama disampaikan oleh Bellinda Laveda Kalontong. Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Unmer Malang ini juga siap menjalankan tuhasnya sebagai Dutas Sanitasi 2018.
Apalagi dia juga pernah mengikuti kegiatan ajang pemilihan duta semacam ini. Sehingga dia optimis dapat mempermudah tugasnya tersebut.
“Sebelumnya saya pernah mengikuti Duta Bahasa Jawa Timur pada tahun 2017. Alhamdulillah saat itu saya meraih juara 3,” kata dia di tempat yang sama.
Sementara itu, harapan besar diusung Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM terhadap kedua muda-mudi ini. Karenanya, di tangan keduanya tugas mengkampanyekan pentingnya sanitasi kepada masyarakat. Karena itu, program dinas dalam mengkampanyekan sanitasi yang baik lebih mudah dengan kedua duta itu.
“Selanjutnya, keduanya akan kami berikan pembinaan supaya lebih mengenal dengan tugas mereka sebagai Duta Sanitasi,” tuturnya.
Menurut mantan Camat Tajinan ini, Duta Sanitasi merupakan pilot project. Karena belum ada kota kabupaten lainnya yang menyelenggarakan program pemilihan Duta Sanitasi seperti ini.
“Kalau tingkat provinsi dan nasional sudah ada. Namun, pemilihannya ditunjuk langsung. Bukan seperti mengiktui seleksi semacam ini,” kata dia.
Sebagai Duta Sanitasi, dia berharap nantinya keduanya menjadi agen perubahan di lingkungan. Terutama dalam hal melestarikan lingklungan dan mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat.
“Selanjutnya, keduanya akan kami ajak studi banding ke daerah lain untuk belajar dan melihat manajemen sanitasi,” tuturnya.
Melalui program Duta Sanitasi ini, dia juga berharap dapat menangani berbagai masalah sanitasi. Dan sekaligus dalam rangka pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan dari Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna. Selain itu harapannya lebih luas lagi supaya lebih banyak lagi generasi muda dapat meniru langkah Duta Sanitasi yang peduli dalam pelestarian lingkungan.(Binar Gumilang/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :