Ingin Kuliah di Negeri Sakura, Nilai Bahasa Jepang Sempurna

 
Kaget, itulah ekspresi pertama Abiyyu Muhammad Nusaly ketika tahu namanya masuk dalam daftar 10 besar peraih nilai tertinggi UNBK se-Jawa Timur. Siswa SMAN 7 Malang ini tak menyangka bisa menempati posisi kelima dengan perolehan total 361.5 dari empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang.
Abi sapaan akrabnya mendapat nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Inggris 88, Matematika 87.5, dan Bahasa Indonesia 86. Ia awalnya tahu mendapat peringkat lima di Jawa Timur pada peminatan Bahasa dari salah seorang temannya. 
“Pertama tahu dari teman yang dikirimkan melalui WhatsApp, awalnya tidak percaya, waktu lihat sumbernya baru percaya. Kaget dan tidak menyangka bisa masuk nomor lima tingkat Jawa Timur,” ujar remaja kelahiran 14 Oktober 2000 itu.
Di sisi lain, pencapaian tersebut membuat bahagia khususnya bagi dirinya sendiri dan keluarga. Dia mengungkapkan, Tyas Kemala ibunya, lantas memberikan pelukan hangat seusai membaca berita tersebut. Bahkan sang ayah Ir. Iqbal Nusaly yang sedang berada di luar kota sampai meneteskan air mata haru mendengar keberhasilan anaknya.
Menurutnya, keberhasilan ini berkat kerja kerasnya disertai doa dan dukungan dari orangtua. Selain itu, ia tak lupa melaksanakan salat lima waktu dan berdoa untuk diberikan kelancaran dan kesuksesan selama menjalani UNBK.
“Untuk bisa mengerjakan semua soal Bahasa Indonesia, saya lebih banyak melihat contoh-contoh soal yang sudah pernah diberikan. Kalau soal Bahasa Inggris memang sudah terbiasa melihat internet dan Youtube,” ujar Abi.
Khas anak zaman now yang sering berselancar di Youtube, Abi sering membaca dan melihat tayangan berbahasa Inggris. Kebiasaan itu sedikit banyak mampu menambah kosa kata dan pemahamannya pada Bahasa Inggris.  Sementara itu, strategi yang ia gunakan untuk mudah mengerjakan soal Matematika yakni dengan melihat rangkuman materi, khususnya rumus-rumus sehingga mudah dihafalkan.
Ujian Bahasa Jepang tidak menjadi halangan baginya, lantaran ia sudah menyukai mapel tersebut sejak awal, sehingga saat belajar pun menjadi sangat bersemangat. Tak heran bila ia mendapatkan nilai sempurna pada mata pelajaran ini. 
Dalam kesehariannya, Abi tergolong siswa pendiam, tidak banyak tingkah, namun tetap humble kepada teman-temannya. Sedangkan dari segi akademis, Abi termasuk siswa berprestasi dan masuk peringkat lima besar di kelasnya. Rata-rata dari kelas X hingga XII, ia mengaku justru sering mendapatkan peringkat empat di kelasnya.
“Seringnya memang peringkat empat, baru semester satu kelas XII kemarin dapat peringkat satu,” ujarnya malu-malu.
Saat ini, Abi bisa dikatakan mendapatkan total nilai tertinggi di Kota Malang pada peminatan Bahasa. Di tingkat Jawa Timur, ia hanya selisih hanya satu angka dengan peserta di atasnya.
Menurut sang ibu, Tyas Kemala, Abi merupakan tipe anak yang lurus-lurus saja, tidak neko-neko.
“Saya awalnya tidak menduga, Abi bisa mencapai peringkat kelima di Jawa Timur, ini melebihi harapan saya yang menginginkan dia nilainya tertinggi di kelas,” ujarnya
Sebagai ibu, Tyas selalu mengingatkan Abi untuk selalu belajar, namun Abi sendiri sudah tahu akan tanggungjawabnya, sehingga tanpa disuruh pun sudah pasti belajar. Menurutnya, Abi lebih giat belajar saat ujian Matematika.
Tyas merasa bersyukur dengan keberhasilan anak pertamanya tersebut. Ia berharap Abi bisa mencapai kesuksesan di masa mendatang, serta apa yang diinginkan bisa terwujud terutama keinginannya kuliah di Jepang.
Hasil UNBK ini menjadi kebahagiaan yang tak terkira lantaran dalam waktu kurang lebih satu bulan ini, bisa dikatakan Abi mendapatkan prestasi bertubi-tubi. Belum lama ini Abiyyu dinyatakan diterima SNMPTN pada jurusan Sastra Jepang Universitas Brawijaya Malang.
Tak berselang lama, ia kembali mendapatkan juara tiga di perlombaan Kikikakitori dalam acara Isshoni Tanoshimimashou dan yang terakhir peringkat lima berdasarkan total nilai UNBK se-Jatim. (mg7/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :