Sri Fateni Hartini, Jamaah Asal Lawang yang Tersesat di Makkah(1)


PENGALAMAN tersesat di tanah suci dialami oleh jamaah umrah asal Dusun Mlaten Kelurahan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, bernama Sri Fateni Hartini. Beruntung, jamaah berusia 73 tahun ini ditolong oleh jamaah asal Jambi bernama Bahren Nurdin. Kemudian Bahren menyebarluaskan informasi itu melalui media sosial, hingga Sri dijemput keluarganya.

Raut kebingungan jelas terpancar dari wajah Sri Fateni Hartini ketika ditemukan oleh Bahren Nurdin di lobi hotel Makarem Ajyad Makkah. Dengan raut wajah seperti itu serta memelas, membuat iba Bahren Nurdin. Kemudian, Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Jambi ini menghampiri Sri Fateni Hartini yang tampak kebingungan.
Dengan ramahnya, dia menanyakan apa yang dialami oleh Sri Fateni Hartini. “Saya tanya ibu kenapa? Beliau menjawab saya tersesat,” ujar Bahren Nurdin kertika dihubungi oleh Malang Post. Pria yang sering memberikan motivasi inipun menjelaskan kronologis secara gamblang atas peristiwa tersesatnya Sri Fateni Hartini tersebut.
Mulanya, Sri Fateni Hartini berangkat umrah bersama suaminya bernama Darjak melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kemudian, pada hari Jumat (4/5) yang bersangkutan melakukan ibadah tawaf bersama rombongannya. Usai ibadah, Sri Fateni Hartini berjalan keluar dan tidak tahu kenapa terlepas dari rombongannya. Lantaran kehilangan arah, dia memutuskan untuk keluar Masjidil Haram dan hingga sampai di lobi hotel tersebut.
“Saat di lobi hotel, beliau saya tanya masih kebingungan. Saat ditemukan, ya memakai baju ihram dan tanpa identitas. Kemudian ibu Sri bersedia menuliskan identitas di kertas berukuran besar berisi nama dan asalnya,” tuturnya.
Saat itulah Bahren mengetahui bahwa Sri Fateni Hartini berasal dari Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kemudian, dia berinisiatif merekam video dirinya bersama Sri Fateni Hartini kemudian menggunggahnya ke Facebook dan mengirim ke grup Whatsapp. Unggahannya itu langsung viral dan ditanggapi banyak warga net yang melihatnya. Saat dilakukan perekaman video menggunakan ponselnya tersebut, mata Sri Fateni Hartini tampak berkaca-kaca.
“Saat itu, sambil terbata-bata beliau berkata dengan berharap keluarganya dapat segera menemukannya,” tuturnya.

Berita Lainnya :