Sri Fateni Hartini, Jamaah Asal Lawang yang Tersesat di Makkah(2)

 
SETELAH sempat tersesat di Tanah Suci, Sri Fateni Hartini, 73 tahun sudah kembali ke kediamannya di Dusun Mlathen, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang. Saat Malang Post mengunjungi kediamannya Kamis (10/5), nenek yang memiliki lima orang cucu itu berbagi pengalaman selama tersesat di tanah suci saat melakukan ibadah umrah.
Sri Fateni Hartini tampak semringah ketika saat ditemui di rumahnya. Di raut wajahnya sama sekali tidak tampak trauma, meski usai tersesat di MAkkah. Di ruang tamu rumahnya, tampak ada dua buah bingkai foto dirinya saat berada di tanah suci. Sri Fateni Hartini bersama suaminya tampak berfoto di depan kakbah. 
Dengan mengenakan pakaian ikhram saat foto di depan kakbah, menandakan dirinya baru saja melangsungkan ibadah umrAh. Perempuan paruh baya ini lantas menceritakan kisahnya saat tersesat di tanah suci.
Mulanya, dia berangkat bersama suaminya Darjak dan anaknya Teti Suprapti berangkat dari hotel Al-Massa MAkkah ke Masjidil Haram. Tujuannya untuk melaksanakan ibadah tawaf. 
“Usai tawaf, saya pamit ke kamar mandi. Kemudian, saya menitipkan id card saya supaya tidak terkena air saat berada di kamar mandi,” ucap Sri Fateni Hartini sembari memegangi id card umrAhnya. 
Nenek yang saat itu mengenakan kerudung berwarna hitam itu lantas melanjutkan ceritanya. Usai keluar dari kamar mandi, diapun kebingungan arah untuk pulang ke hotelnya. Apalagi saat itu dia tidak bisa menemui anak beserta suaminya. Di tengah kebingungannya itu, lantas dia memberanikan diri untuk keluar dari Masjidil Haram.
Tujuannya untuk pulang menuju hotel tempatnya menginap yakni Hotel Al-Massa. Karena bingung dan terasa linglung, diapun terus berjalan hingga akhirnya berhenti di depan Hotel Makarem. Diapun laNtas memasuki lobi hotel tersebut. 
“Saya kira itu hotel saya tempat menginap. Setelah masuk, lah kok suasananya beda. Maklum baru kali pertama berada di tanah suci, jadi saya bingung,” ucapnya sembari tertawa lepas.
Di tengah kebingungannya itu, dirinya dihampiri oleh jamaah asal Jambi bernama Bahren Nurdin. Kemudian nenek asli Dusun Mlathen, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang tersebut dibantu untuk mencari keluarganya. 
“Orang yang menemukan saya baik sekali. Saya sempat diajak makan dan dipinjami sandal,” kata Sri Fateni Hartini.
Saat itu, kebingungannya mencari hotel tempatnya menginap, lantaran semua bangunan hotel tampak sama. Sebenarnya, sambung dia, tempat hotelnya menginap tidak jauh dengan Masjidil Haram. Jaraknya sekitar 300 meter. 
“Saat itu ramai, jadi saya tambah bingung. Saya bersyukur ada yang menolong. Orangnya baik sekali,” puji Sri Fateni Hartini kembali kepada Bahren Nurdin. 
Selama jalan dari Masjdil Haram menuju Hotel Makarem tersebut dirinya mengaku tidak lelah sama sekali. Lantaran nenek berusia 73 tahun ini sering berjalan kaki di rumahnya.
“Saya baru saja ke ladang belakang rumah untuk mencari kayu bakar. Kalau berjalan di MAkkah itu biasa tidak capek. Yang susah itu saat kebingungan itu,” tuturnya. 
Setelah dibantu oleh Bahren Nurdin untuk mencari keluarganya, akhirnya pada sore hari dia dijemput oleh pihak petugas travel umrah bersama suaminya di Hotel Makarem. Saat itu  dia sangat senang sekali karena bertemu dengan suaminya yang juga merupakan pensiunan TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) V Kepanjen dengan pangkat terakhir Sersan Kepala (Serka). Sehari usai perisitiwa tersebut, dirinya kembali ke tanah air dan sampai di kediamannya pada hari Senin (7/5) sore.
“Alhamdulillah saya bisa kembali ke rumah lagi. Saya juga meminta maaf selama di Tanah Suci sempat membuat repot banyak orang,” terangnya. 
Meskipun sempat mengalami perisitwa tersebut, tidak membuatnya trauma. Bahkan Sri Fateni Hartini berharap ke depannya dapat diberikan rizki untuk melaksanakan ibadah haji.
“Uangnya baru cukup untuk melaksanakan ibadah umrah. Semoga nanti Allah SWT memberikan rizki kepada saya untuk dapat kembali ke tanah suci, kali ini melaksanakan Ibadah Haji,” pungkasnya.(Binar Gumilang/ary) 

Berita Lainnya :

loading...