Susun Panduan Penting Pembelajaran Siswa Kelas Internasional


Banyaknya siswa transisi di Kota Malang memenarik minat empat dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. Mereka adalah Prof. Dr.Ir. Ni Wayan Surya Wardani,M.S, Hamamah, Ph.D, Yulia Hapsari, M.Pd, dan Yana Shanti Manipuspika, M.App.Ling. Para akademisi ini melakukan penelitian pengembangan untuk menghasilkan panduan bagi guru-guru di sekolah yang menyediakan program kelas internasional.
Penelitian empat dosen ini berjudul Research and Development of An Elementary School Teacher’s Guide for Supporting Student-in-Transition Adaptation Into Indonesia Educational System. Mereka meneliti salah satu sekolah dasar yang di dalamnya terdapat banyak siswa transisi. Yakni siswa luar negeri yang menempuh pendidikan di Indonesia atau anak Indonesia yang sudah lama tinggal di luar negeri kemudian kembali lagi ke Indonesia.
Penelitian yang dilakukan sejak akhir tahun 2016 ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana sekolah mengakomodasi siswa-siswi transisi. Mereka berasal dari latar belakang budaya dan sistem pendidikan yang berbeda kemudian masuk ke dalam sistem pendidikan di Indonesia, bisa jadi mereka mengalami culture shock.
“Kami melakukan penelitian di sekolah yang bukan sekolah internasional namun menawarkan kurikulum asing berbahasa Inggris yang diajarkan berdampingan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia atau menawarkan proses pembelajaran seluruhnya menggunakan Bahasa Inggris,” terang Hamamah kepada Malang Post.
Kata dia, banyak mahasiswa S2 dan S3 dari luar negeri, kuliah di perguruan tinggi di Malang. Mereka membawa keluarganya dan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di sekolah yang menjadi sasaran penelitian timnya. Para mahasiswa pascasarjana ini datang dari berbagai negara yang berbeda budaya dan sistem pendidikan.
Ada yang dari Libya, Jepang atau dari negara berbahasa Inggris. Begitu ke Indonesia mereka kebingungan mencari sekolah yang tepat untuk putra-putri mereka hingga kemudian menemukan sekolah yang cocok.  Nah, penelitian yang digawangi oleh empat dosen FIB UB ini ingin melihat kesiapan sekolah tersebut menerima siswa transisi.
Para peneliti dari FIB UB ini fokus dalam tiga aspek yakni Sumber Daya Manusia (guru), Institusi (sekolah dan kurikulum) dan Stakeholder (siswa dan orang tua). Tiga aspek tersebut dikaji dengan menggunakan tiga indikator yakni dari sisi Bahasa, Budaya, dan Sistem Pendidikan.
“Berdasarkan kajian, kami menemukan bahwa SDM di sekolah tersebut dari segi bahasa perlu peningkatan penguasaan Bahasa Inggris, terutama guru-guru di kelas di mana pembelajaran seluruhnya menggunakan Bahasa Inggris.” papar Hamamah.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...