Pilih Berhijrah Dipinang Pelaut Alumnus Pesantren

 
MALANG - Yonanda Galuh Puspitasari atau yang akrab disapa Mary Jona, 26, dulunya adalah sang ratu dunia malam. Namun, sejak awal tahun 2016, perempuan yang saat ini tinggal di Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut memilih berhijrah dan menutup auratnya rapat-rapat.
Kepada Malang Post, perempuan yang akrab disapa Jona ini berbagi kisahnya. Sekitar awal tahun 2013, Jona bekerja di salah satu klub malam sebagai seorang Public Relation. Pekerjaan tersebut membuatnya berkutat dengan dunia malam, mulai dari asap rokok, minuman beralkohol dan sejenisnya.
“Ketika bekerja disana, setiap hari harus pulang pagi. Sebab, malamnya menemani orang untuk party,” terang dia.
Jona melakoni profesi yang sarat akan dunia gemerlap itu selama kurang lebih tiga tahun. Segala macam hal kelam sudah banyak dilaluinya. Hingga suatu saat, ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya tersebut.
“Sekitar awal tahun 2016, saya resign dan menikah dengan suami saya,” kata dia.
Setelah itu, kehidupan Jona banyak berubah. Jona yang dulunya pergi malam pulang pagi, sekarang sudah tidak lagi. Ketika itu, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan anaknya. Apalagi, sang suami Luthfiandi Choironi, yang memiliki profesi sebagai seorang pelaut tidak pernah berada di rumah.
“Dari situ saya berpikir. Apalagi yang ingin saya cari. Saya banyak merenung karena sering sendirian. Kemudian, pelan-pelan, saya mulai menghentikan segala kebiasaan buruk,” papar dia.
Pelan-pelan, Jona mulai meninggalkan kebiasaan buruknya, mulai berhenti minum alkohol dan berhenti merokok.
“Setelah itu, saya mencoba untuk belajar Islam. Saya sering buka internet dan mendengarkan ceramah dan baca-baca buku tentang Islam,” papar ibu dua anak tersebut.
Awal berhijrah, Jona mengaku senang sekali mendengar ceramah dari Ustad Hanan Attaki. Menurutnya, ceramah tersebut sangat mengena di hatinya dan membuat seorang yang baru berhijrah, apalagi seusianya merasa termotivasi untuk berubah.
“Kemudian, saya memutuskan untuk berhijab. Awalnya, suami saya tidak setuju. Sebab, dia takut suatu saat saya copot lagi. Saya berusaha meyakinkan suami kalau saya benar-benar ingin berubah,” tegas dia.
Keyakinan penuh dalam hatinya tersebut membuahkan hasil. Tak jarang, Jona seringkali belajar dari internet soal agama. Sang suami, yang juga lulusan satri pondok ikut mendukung niat baik istrinya tersebut.
“Saya dan suami saat ini sedang belajar memperbanyak ilmu agama. Dimulai dari penampilan, kami lebih menutup aurat,” terang dia.
Namun, perjalanan hijrah tersebut tak selalu mulus. Sesekali, ia sering cek cok dengan sang suami terkait kaidah dan aturan.
“Sering sih cek cok pendapat. Tapi setelah itu, kami sama-sama mendapat ilmu baru dan itu semakin mendekatkan kami kepada Allah,” ingatnya.
Saat ini, Jona juga tergabung dalam majelis Be Syar’I Shalihat, dimana majelis tersebut berisi perempuan muda yang belajar berhijrah. Kisah hijrahnya juga bermacam-macam.
“Alhamdulilah, mereka mau menerima saya. Saudara baru bagi saya,” kata dia.
Tak hanya dunia gemerlap, Jona juga sudah menghindari teman-temannya di masa lampau. Apalagi, rata-rata teman-temannya tersebut juga seorang laki-laki.
“Saya berpikir, suami saya sedang bekerja jauh. Saya juga tidak ingin anak saya melihat saya dengan laki-laki yang bukan ayahnya,” kata dia.
Saat ini, Jona mengaku, sudah mulai mengajarkan soal agama kepada anak-anaknya.
“Anak-anak saya juga belajar ngaji. Setiap hari, tidak mendengerkan musik kaya ibunya, tapi dengar ayat-ayat suci Alquran, alhamdulilah, sudah mulai hapal ayat-ayat,” kata dia.
Jona menambahkan, saat ini, ia sedang fokus mengurus keluarga kecilnya dan juga usaha makanan yang ia buat, yakni kucingan 47. Menurutnya, hal itu yang bisa ia persembahkan untuk suami dan anaknya.
“Sebagai seorang istri dan ibu, saya harus berikan yang terbaik bagi mereka. Sebaiknya saya banyak dirumah untuk mengurus anak dan menjadi istri yang baik untuk suami saya,” kata dia.
Saat ini, Jona mengaku, hidupnya jauh lebih tenang daripada sebelumnya.
“Hati saya jauh lebih tenang dan tentram. Berapapun rezeki yang didapat, insya Allah menjadi berkah. Hati tidak gusar dan dekat dengan Allah semua terasa mudah,” tandas dia.(tea/aim) 

Berita Lainnya :

loading...